Cara Menulis Kritik Karya Seni Rupa yang Perlu Diketahui Mahasiswa Seni

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kritik karya seni rupa merupakan evaluasi seni rupa berdasarkan simbol, jenis, dan nilai estetis yang terdapat dalam karya tersebut. Agar dapat melakukan penilaian secara tepat, maka cara menulis kritik karya seni rupa penting dipahami.
Dalam membuat kritik karya seni rupa, pengetahuan tentang berbagai aspek seni dibutuhkan untuk memudahkan proses penilaian. Kritik yang baik bermanfaat bagi perupa dalam meningkatkan kualitas karya, serta dapat memberikan pemahaman tentang ragam seni rupa untuk pembacanya.
Cara Menulis Kritik Karya Seni Rupa
Dikutip dari buku Seni dan Budaya untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas, Harry Sulastianto, dkk, (hal.7), melalui kritik objektif dan proporsional sebuah karya seni rupa dapat ditelaah kelebihan dan kekurangannya. Artinya, sebuah kritik dapat berperan positif bagi seorang perupa demi kemajuan teknik atau prestasi estetiknya.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini merupakan cara menulis kritik karya seni rupa yang dapat dipelajari untuk menambah wawasan menurut Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas 9, Heriyanto, S.Pd., M.Pd. Annis Yuniastuti, S.Pd., M.Pd, (2022:151-153).
1. Deskripsi
Menulis deskripsi merupakan tahapan awal untuk melakukan kritik karya seni rupa. Cara ini bertujuan untuk menemukan, mencatat, dan mendeskripsikan hal-hal yang dilihat secara apa adanya. Ketika mendeskripsikan tidak disertai dengan analisis atau pengambilan kesimpulan.
Wawasan tentang istilah-istilah teknis yang umum digunakan dalam dunia seni rupa, harus diketahui agar dapat mendeskripsikan dengan baik. Tanpa pemahaman tersebut, maka seseorang akan sulit mendeskripsikan karya yang dilihatnya.
2. Analisis
Tahapan yang berperan untuk menelusuri karya seni menurut unsur-unsur pembentuk dan struktur formalnya disebut sebagai tahap analisis. Beberapa hal yang perlu diketahui dalam menganalisis, antara lain prinsip-prinsip penataan dan unsur-unsur sebuah karya seni.
3. Menafsirkan
Menafsirkan dapat disebut juga dengan istilah menginterpretasi. Terdapat aspek-aspek yang perlu ditafsirkan ketika menyusun kritik seni rupa, di antaranya tema, permasalahan yang dikedepankan, dan simbol.
Penafsiran bersifat terbuka, sehingga dapat dipengaruhi oleh sudut pandang dan pengetahuan. Semakin kaya interpretasi karya yang di kritik, maka dapat menujukan luasnya wawasan yang dimiliki.
4. Penilaian
Tahapan yang menjadi ciri dari kritik karya seni rupa adalah penilaian. Evaluasi adalah langkah untuk menentukan kualitas suatu karya seni, jika dibandingkan dengan karya lain yang sejenis.
Perbandingan dapat dinilai dari beberapa hal, baik aspek konteks atau aspek formal. Cara menilai secara kritis terhadap karya seni rupa adalah sebagi berikut.
Buatlah perbandingan sebanyak-banyaknya antara karya sejenis dengan karya yang dinilai.
Tentukan tujuan atau fungsi karya yang dikritisi.
Tetapkan sejauh mana perbedaan karya yang dinilai dari yang telah ada sebelumnya.
Menelaah karya seni rupa berdasarkan segi tertentu dan segi kebutuhan yang melatarbelakanginya.
Baca Juga: Cara Membedakan Karya Seni Rupa Berdasarkan Dimensinya
Itu dia ulasan mengenai cara menulis kritik karya seni rupa. Setelah mengetahui langkah penulisan secara benar, diharapkan dapat memudahkan pembaca dalam menyusun teks kritik secara tepat. Semoga membantu! (Riyana)
