Cara Menulis Kutipan Langsung dan Tidak Langsung

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kutipan langsung maupun tidak langsung merupakan materi yang sering dipelajari dalam bahasa Indonesia. Cara menulis kutipan langsung dan tidak langsung biasanya juga turut dipelajari.
Penulisan kutipan masih tetap terus digunakan hingga penyusunan penelitian saat kuliah. Sehingga, memahami cara penulisannya merupakan salah satu hal yang cukup penting sebagai acuan.
Cara Menulis Kutipan Langsung dan Tidak Langsung
Mengutip buku Metodologi Penelitian karya Mila Sari, dkk (2021:43) kutipan dapat digunakan sebagai landasan teori, penjelasan suatu uraian serta untuk memperkuat argumen. Dalam hal ini, kutipan dibagi menjadi dua, yaitu kutipan langsung dan tidak langsung. Terdapat cara menulis kutipan langsung dan tidak langsung. Berikut penjelasannya.
1. Cara Menulis Kutipan Langsung
Kutipan langsung merupakan jenis kutipan yang dilakukan dengan cara mengambil sama persis dari sumber aslinya. Kutipan langsung dapat dibagi lagi menjadi dua, yaitu kutipan langsung panjang dan pendek. Kutipan langsung panjang berisi minimal 40 kata. Sedangkan pendek di bawah 40 kata. Berikut adalah cara menulis kutipan langsung.
Penulisan Sumber
Penulisan kutipan biasanya berasal dari jurnal, buku, tulisan, sampai pernyataan dari para ahli. Setelah dikutip, selanjutnya sumber harus dicantumkan ke dalam tulisan. Cara penulisan sumber juga ada ketentuannya.
Penulisan Kutipan Langsung Panjang
Spasi tunggal.
Kutipan ditulis secara terpisah.
Kutipan tidak menggunakan tanda petik.
Penulisan sumber mencantumkan nama penulis, tahun penerbitan sumber, dan halaman jika ada.
Penulisan teks menjorok ke dalam.
Penulisan Kutipan Langsung Pendek
Sumber kutipan bergabung dengan teks atau sejajar
Wajib menggunakan tanda petik
Penulisan sumber dapat diletakkan di awal atau di akhir tulisan, dengan ketentuan apabila di awal maka nama penulis diletakkan di luar tanda kurung, sedangkan jika di akhir, nama penulis berada di dalam tanda kurung.
2. Cara Menulis Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung adalah teknik mengutip yang dilakukan dengan mengubah isi kutipan, tanpa menghilangkan esensi utama dari suatu pernyataan. Kutipan tidak langsung juga terbagi menjadi dua teknik, yaitu parafrase dan rangkuman. Berikut adalah penjelasannya,
Parafrase
Parafrase pada dasarnya dilakukan dengan cara mengganti kata-kata yang ada di dalam suatu pernyataan atau tulisan, tetapi tidak mengubah makna dari pernyataan itu. Elemen yang diganti hanyalah struktur dan juga pemilihan kata di dalamnya.
Contoh penulisan parafrase:
Kutipan asli: “Orang dewasa adalah seseorang yang telah menyelesaikan pertumbuhannya dan siap menerima kedudukannya di dalam masyarakat bersama dengan orang dewasa lainnya.” (Elizabeth Hurlock, 1991).
Setelah di parafrase: Menurut Elizabeth Hurlock (1991), seseorang yang sudah dewasa berarti orang yang sudah mengakhiri proses pertumbuhannya dan juga siap hidup bersama dengan orang dewasa lainnya di dalam lingkungan masyarakat.
Merangkum
Merangkum adalah mengambil poin-poin penting dalam suatu pernyataan untuk ditulis ulang secara ringkas, tentunya tanpa menghilangkan makna dari suatu pernyataan.
Contoh rangkuman singkat: “Komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling pengaruh mempengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak sengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni, dan teknologi.” (Shannon & Weaver, 1949)
Setelah di rangkum: “Shannon & Weaver (1949) menyatakan bahwa komunikasi merupakan interaksi antar-manusia yang dilakukan dengan berbagai cara.
Baca juga: 5 Contoh Manfaat Penulisan Makalah yang Wajib Diketahui Mahasiswa
Itulah penjelasan mengenai cara menulis kutipan langsung dan tidak langsung. Dengan memahami cara menulis kutipan tentu akan bermanfaat dalam penulisan kedepannya. (BAI)
