Cerpen Singkat tentang Sekolah yang Penuh Makna

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cerpen singkat tentang sekolah merupakan salah satu karya sastra dalam bentuk teks prosa fiksi. Dalam penulisannya, umumnya teks ini dibatasi tidak lebih dari 10.000 kata.
Membuat cerpen (cerita pendek) memiliki beberapa fungsi, antara lain untuk memberikan pesan moral dan membangkitkan perasaan para pembaca. Namun, untuk mewujudkan tujuan tersebut cerpen harus bersifat singkat, padat, dan langsung mengenai pesan yang dimaksud.
Cerpen Singkat tentang Sekolah
Berdasarkan buku Mengenali dan Menuliskan Ide Menjadi Cerpen, I Wayan Kerti, (2020:16), cerpen adalah cerita pendek yang hanya mengisahkan satu sisi kehidupan tokoh cerita, yang dikemas dengan alur cerita dan tema menarik. Misalnya, tema tentang sekolah.
Dengan begitu, penggunaan kalimat dalam cerpen harus efektif, sehingga semuanya punya arti dan tidak bertele-tele. Adapun cerpen juga tersusun dari unsur-unsur, seperti tokoh, latar, penokohan, sudut pandang, dan gaya bahasa, yang menjadikan teks cerita menjadi utuh.
Akan tetapi, terkadang terdapat hambatan saat menulis cerpen sering kali ditemui. Oleh sebab itu, berikut adalah contoh cerpen singkat tentang sekolah sebagai referensi agar pembaca tidak kesulitan dalam membuat teks cerita pendek menurut buku Pasti Bisa Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas IX, Tim Ganesha Operation, (2018:54).
Aku
Pada suatu hari, guru bertanya kepada murid-murid, akan melanjutkan ke mana? Teman-temanku satu per satu menyebutkan pilihannya. Pada umumnya, teman-teman memilih SMP negeri. Ketika sampai juga pada giliranku, aku menjawab bahwa tidak akan melanjutkan sekolah.
Mendengar jawabanku itu teman-teman diam dan memperhatikan, Tiba-tiba, Bapak Guru bertanya pelan-pelan,
“Mengapa kamu tidak melanjutkan, Handi?”
“Tidak, Pak.” Jawabku.
“Betul, kamu tidak melanjutkan?” tanyanya lagi.
“Betul, Pak!” jawabku lagi.
Mendengar jawaban itu, Pak Guru mencatat sesuatu di buku, kemudian memerintahkan murid-murid mengerjakan soal-soal latihan dan beliau menghadap kepala sekolah. Saat yang dinanti-nantikan pun sampailah. Hasil Ebtanas diumumkan.
Teman-teman bersuka ria karena semua lulus. Hanya akulah yang tidak bersuka ria. Walaupun berhasil meraih nilai tertinggi se-kecamatan, hariku sedih. Terbayang olehku kata-kata orang tuaku, aku tidak dapat melanjutkan pendidikan ke SMP.
“Hardi!” terdengar Kepala Sekolah menggugah lamunanku.
“Ya, Pak!” jawabku terkejut.
“Melanjutkan ke mana?” tanya Kepala Sekolah pula.
Aku hanya diam. Kali ini mulutku bungkam. Aku tidak bisa menjawab, terasa ada sesuatu yang menyumbat batang tenggorokan. Oleh karena itu, aku menunduk, tidak berani menatap wajah Kepala Sekolah.
“Tenanglah, Hardi! Bapak sudah tahu keadaanmu. Kamu harus melanjutkan.” “Ti tidak, Pak!” jawabku.
“Hardi, pandanglah Bapak!”
Aku menengadah. Kepala Sekolah tersenyum.
“Terimalah ini, hadiah keberhasilanmu!” lanjutnya sambil menyerahkan bingkisan.
“Ketahuilah Hardi! Ada seseorang yang sanggup menjadi orang tua asuh buat kamu. Bersekolahlah ke mana pun kamu suka. Beliau akan mencukupi segala kebutuhan sekolahmu sampai perguruan tinggi. Nama dan alamatnya ada di dalam bingkisan itu. Selain itu, jika perlu apa-apa, datanglah kepadanya. Jangan malu-malu! Sudah sana, pulanglah! Orang tuamu sudah menunggu!”
Sampai di rumah, bingkisan kubuka. Isinya, sejumlah uang dan kartu nama. Selanjutnya, kubaca nama yang tertulis di kartu itu. Ternyata, pemilik sawah yang dikerjakan oleh orang tuaku adalah kepala sekolahku. Bahagia hatiku saat itu tidak dapat kunyatakan dengan kata-kata, seumur hidup takkan terlupakan.
Baca Juga: 2 Contoh Cerpen Singkat dan Jelas Berbagai Tema
Itu tadi cerpen singkat tentang sekolah yang penuh makna. Melalui contoh di atas diharapkan pembaca dapat menulis cerita pendek dengan memperhatikan struktur dan kebahasaannya. (Riyana)
