Ciri-ciri Crustacea dan Klasifikasinya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri-ciri Crustacea perlu diketahui jika ingin memelihara atau membudidayakan kelompok hewan ini. Crustacea merupakan sumber makanan bergizi tinggi. Sebutan Crustacea banyak digunakan dalam bahasa asing dan akademis.
Kata Crustacea kurang akrab bagi masyarakat Indonesia. Padahal istilah tersebut akan mempermudah pencarian di internet. Agar kata Crustacea makin dikenal, penting untuk mengetahui hewan dengan ciri-ciri seperti apa yang masuk dalam kelompok ini.
Ciri-ciri Crustacea Sebagai Hewan
Crustacea juga dikenal dengan nama udang-udangan. Dikutip dari Biologi untuk SMA/MA Kelas X, Gunawan Susilowarno (2007:219), Crustacea adalah bagian dari klasifikasi Arthroproda (hewan yang kakinya beruas) berdasarkan jumlah kakinya.
Berikut adalah ciri-ciri Crustacea tersebut:
Memiliki kepala, dada (sefalothoraks) dan abdomen.
Memiliki mata yang berkembang dengan baik.
Jumlah kaki sepasang pada tiap ruas. Pada bagian dada terdapat 5 pasang kaki.
Tidak memiliki sayap.
Memiliki 2 pasang antena.
Memiliki alat pencernaan yang lengkap.
Alat respirasi berupa insang dan permukaan tubuh.
Alat ekskresinya berupa kelenjar hijau.
Hidup di air tawar dan air laut, serta menempel pada dasar perairan.
Memiliki kulit keras sebagai eksoskeleton yang tersusun dari zat kitin atau zat tanduk.
Memiliki peredaran darah terbuka.
Reproduksi dilakukan dengan kawin menggunakan alat kelamin terpisah atau dioseus.
Pada masa pertumbuhannya mengalami ganti kulit atau ekdisis.
Klasifikasi Crustacea
Klasifikasi Crustacea yang sering dilakukan adalah berdasarkan ordo, yaitu:
Branchiopoda
Ordo ini hidup di air tawar, kecil, transparan dan bergerak dengan mengandalkan antena.
Contoh: Dapnia dan Notostraca.
Ostracoda
Hidup di air tawar dan laut, kecil, serta bergerak dengan mengandalkan antena kedua.
Contoh: Condona dan Agrenocythere.
Copepoda
Hidup di air tawar dan laut, memiliki semacam kepala, dada dan perut, tidak punya mulut, menggunakan alat isap, serta hidup sebagai parasit.
Contoh: Cyclops (plankton) dan Panella (parasit).
Cirripedia
Banyak terdapat di bawah kapal dan tiang yang terpanjang di laut, serta hidup sebagai parasit.
Contoh: Sacculina.
Branchiura
Hidup di air tawar dan laut sebagai parasit.
Contoh: Argulus yang merupakan parasit pada ikan.
Malacostraca
Merupakan udang tingkat tinggi yang masih bisa dibagi lagi menjadi ordo Isopoda, Stomatopoda dan Dekapoda.
Udang dari ordo Dekapoda banyak dibudidayakan karena bernilai gizi dan ekonomi tinggi, yaitu udang windu (Panaeus sp), udang galah (Macrobranchium resenbergsi), kepiting (Portunus sp), ketam (Paratelphusa sp) dan sebagainya.
Baca juga: 7 Ciri-ciri Coelenterata dan Klasifikasinya
Itulah ciri-ciri Crustacea dan klasifikasinya yang perlu diketahui untuk menambah wawasan. Selain disebut seafood untuk udang-udangan yang hidup di laut, seluruh udang-udangan dalam pembahasan di atas bisa disebut Crustacea. (lus)
