Konten dari Pengguna

Ciri-ciri dari Surat Korespondensi yang Baik

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri-ciri dari surat korespondensi yang baik. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri-ciri dari surat korespondensi yang baik. Foto: Pixabay.

Korespondensi disebut juga sebagai surat menyurat. Korespondensi bisnis bisa dikatakan surat yang dibuat untuk keperluan usaha atau bisnis. Dalam menulis surat, terdapat ciri-ciri yang harus diketahui. Salah satu ciri-ciri dari surat korespondensi yang baik adalah isinya mudah untuk dimengerti.

Isi yang mudah dimengerti akan membuat penerima pesan mudah memahami maksud dari pesan yang disampaikan. Tidak hanya itu, penerima juga akan terhindar dari kesalahpahaman.

Ciri-Ciri dari Surat Korespondensi yang Baik untuk Dipahami

Ilustrasi ciri-ciri dari surat korespondensi yang baik. Foto: Pixabay.

Mengutip buku yang berjudul Strategi Komunikasi Dalam Bisnis , Dr. P. Eddy Sanusi Silitonga, SE, MM (2023:205), surat korespondensi terutama yang ditujukan untuk bisnis mempunyai bahasa tersendiri. Biasanya, bahasa yang digunakan lebih formal dibandingkan surat lainnya.

Perlu diketahui, bahwa ciri-ciri dari surat korespondensi yang baik selain mudah dimengerti, yaitu menggunakan bahasa lugas. Berikut adalah informasi mengenai ciri-ciri pada surat korespondensi yang harus ada dalam penulisan.

1. Mudah Dimengerti

Jelas atau mudah dimengerti menjadi salah satu ciri dari surat korespondensi yang baik. Penulisan yang mudah dimengerti akan membuat penerima pesan terbebas dari salah penafsiran akan makna di dalamnya.

Maka dari itu, dalam penulisan korespondensi dituntut untuk memilih kata dan penggunaan tanda baca agar menjadi keutuhan kalimat yang maksimal.

2. Lugas

Lugas atau hemat ini menjadi ciri selanjutnya. Surat korespondensi yang baik harus mempunyai kata yang lugas dan jelas. Jadi, tidak terlalu bertele-tele. Hal ini bertujuan untuk menghindari pengulangan kata dan makna dalam tulisan.

3. Menarik

Menulis surat juga memerlukan teknik untuk menarik perhatian pembacanya. Salah satu cara yang bisa digunakan yaitu dengan menggunakan bahasa yang unik. Bahasa yang dimaksud adalah bahasa yang hidup, menghindari pengulangan kata dan memilih kata yang bisa membangkitkan minat pembaca.

Sebagai informasi, surat korespondensi mempunyai jenis-jenis surat yang harus diketahui oleh penulis. Jenis surat tersebut terdiri dari:

  • Surat berdasarkan jangkauan

  • Berdasarkan wujudnya

  • Berdasarkan jumlah penerima

  • Berdasarkan tujuan

  • Berdasarkan isi dan asal surat

  • Berdasarkan keamanan isi

Demikian ciri-ciri dari surat korespondensi yang baik, salah satunya adalah jelas atau dapat dimengerti. Semoga informasi ini bermanfaat. (LFP)

Baca Juga: 2 Contoh Surat Lowongan Pekerjaan dalam Bahasa Indonesia