Ciri-Ciri Dataran Tinggi pada Peta Dunia atau Atlas

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri-ciri dataran tinggi pada peta dunia atau atlas dapat dengan mudah dilihat dari warnanya. Setiap simbol dan warna yang ada dalam peta sebenarnya menjelaskan sesuatu.
Simbol warna pada peta ada cokelat, hijau, kuning dan biru. Semua warna memiliki arti yang berbeda-beda dan mewakili hamparan bumi.
Ciri-Ciri Dataran Tinggi pada Peta
Pada peta terdapat simbol dan warna yang menggambarkan objek permukaan bumi. Contohnya ciri-ciri dataran tinggi ditunjukkan dengan warna kuning.
Mengutip dari buku Geografi 3 karya Samadi, S.Pd, M.Si. (2006:12), Simbol digunakan untuk membedakan berbagai objek, misalnya jalan, sungai, rel dan lain-lainnya. Daftar kumpulan simbol pada suatu peta disebut legenda peta yang selalu disajikan dalam setiap lembar peta.
Warna digunakan untuk membedakan atau memerincikan lebih jauh dari simbol suatu objek, misalnya laut yang lebih dalam diberi warna lebih gelap, berbagai kelas jalan diberi warna yang berbeda-beda dan lain-lain.
Unsur legenda peta biasa dibakukan agar memudahkan pembacaan dan interpretasi berbagai peta oleh berbagai pemakai dengan berbagai keperluan.
Baca juga: Jenis-jenis Hujan di Indonesia dan Ketahui Proses Terjadinya
Adapun warna-warna pada peta yang punya makna sendiri dan mewakili hamparan permukaan bumi yang berupa laut, daratan dan pegunungan. Penjelasannya antara lain:
Warna hijau menunjukkan dataran rendah.
Warna biru menunjukkan wilayah perairan.
Warna kuning menunjukkan dataran tinggi.
Warna cokelat menunjukkan daerah pegunungan.
Pemanfaatan Dataran Tinggi
Letak dataran tinggi yang berada di ketinggian di atas 200 mdpl memiliki suhu rendah sehingga ketika berada di sana akan terasa dingin. Dataran tinggi umumnya dimanfaatkan sebagai lahan untuk bercocok tanam dan perkebunan.
Hal tersebut terjadi karena ada beberapa tanaman yang hanya bisa tumbuh di daerah bersuhu dingin. Beberapa perkebunan di dataran tinggi yang butuh suhu dingin seperti kebun apel, kebun teh dan kebun strawberry.
Mengutip dari buku Pembangunan Kota Hijau karya Muhamad Chafid Fandeli (2020:222), Pemanfaatan dataran tinggi bisa ditujukan untuk kepentingan wisata. Jenis-jenis wisata yang terletak di dataran tinggi dapat dikembangkan dengan pemanfaatan potensi alam dataran tinggi, antara lain wisata pegunungan, wisata alam, desa wisata, wisata agro, wisata pemandian air terjun, dan lain-lain.
Demikian tanda atau ciri-ciri dataran tinggi pada peta dan informasi singkat tentang pemanfaatan dataran tinggi dalam kehidupan. (IMA)
