Konten dari Pengguna

Ciri-ciri Ekosistem Alami dan Contohnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar ciri-ciri ekosistem alami. Sumber: pexels.com/Annika Thierfeld
zoom-in-whitePerbesar
Gambar ciri-ciri ekosistem alami. Sumber: pexels.com/Annika Thierfeld

Ekosistem alami adalah ekosistem yang terbentuknya terjadi secara alami tanpa bantuan tangan manusia. Ciri-ciri ekosistem alami dapat dikenali dari beberapa karakteristik lingkungan serta hewan dan tumbuhan yang hidup di dalamnya.

Dikutip dari buku Ekoteologi dalam Perspektif Kristen, Dantje T. Sembel (2023:45), ekosistem alami adalah tempat hidup flora dan fauna yang bertumbuh secara alami di habitat tertentu dan telah melalui kompetisi satu sama lain dalam jangka waktu lama.

Ciri-ciri Ekosistem Alami beserta Contohnya

Ilustrasi dari ri-ciri ekosistem alami. Sumber: pexels.com/Rachel Claire

Ekosistem alami dapat terjadi di berbagai tempat, tetapi kebanyakan adalah ekosistem yang belum sering terjamah oleh tangan manusia. Untuk lebih jelasnya, berikut di bawah ini ciri-ciri ekosistem alami dan contohnya.

1. Di Dalamnya Terdapat Beragam Spesies

Seperti yang telah dijelaskan bahwa ekosistem alami adalah ekosistem yang telah tumbuh sejak lama. Bahkan sejak manusia menemukan teknologi canggih. Ekosistem tersebut terus berinteraksi, berkembangbiak, dan membentuk rantai makanan.

Dari waktu ke waktu, spesies hewan maupun tumbuhan pun akhirnya bertambah banyak karena jaringan makan yang panjang dan kompleks. Inilah mengapa, di ekosistem alami terdapat lebih banyak spesies hewan dan tumbuhan dari pada ekosistem buatan.

2. Mahkluk Hidup Tumbuh Secara Alami

Hewan maupun tumbuhan yang ada di ekosistem alami akan tumbuh secara alami. Mereka akan makan dan berkembangbiak dengan alami. Contohnya, seperti singa di hutan yang berburu rusa sebagai makanannya, bukan diberi makan manusia.

Kemudian tumbuhan pun berkembangbiak secara alami dengan bantuan lebah maupun angin. Berbeda dengan kebun binatang atau taman yang membutuhkan pengelolaan manusia agar hewan dan tumbuhan di dalamnya dapat hidup dengan baik.

3. Ekosistemnya Stabil

Ekosistem alami akan terus ada dengan aktivitas yang stabil. Dalam ekosistem alami terdapat mekanisme yang meregulasi dirinya sendiri secara alami atau intrinsik yang dikenal dengan mekanisme homeostatik.

Mekanisme homeostatik terjadi ketika tiap perubahan terjadi karena faktor eksternal diimbangi dengan tanggapan pada perubahan yang pada akhirnya kembali stabil seperti semula. Ekosistem ini bisa saja terganggu kestabilannya perubahan iklim yang ekstrem.

Di berbagai belahan bumi, terdapat macam-macam ekosistem alami yang telah terbentuk dan masih ada hingga saat ini. Adapun berikut beberapa contoh ekosistem tersebut:

  • Ekosistem hutan hujan tropis

  • Ekosistem gurun

  • Ekosistem kutub

  • Ekosistem sungai dan danau

  • Ekosistem terumbu karang

Baca Juga: Pengertian dan Macam-Macam Ekosistem yang Perlu Diketahui

Demikian penjelasan mengenai ciri-ciri ekosistem alami yang ada di berbagai tempat lengkap dengan contohnya. Semua jenis ekosistem alami tersebut harus senantiasa dijaga agar kehidupan yang ada di dalamnya dapat hidup dengan baik. (SLM)