Ciri-ciri Kata Baku beserta Fungsinya dalam Bahasa Indonesia

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bahasa Indonesia memang menjadi bahasa utama yang digunakan sehari-hari. Namun, tidak semua orang memahami fungsi dan ciri-ciri kata baku yang benar. Ini biasanya terjadi karena kebanyakan orang lebih terbiasa menggunakan bahasa tidak baku dalam kesehariannya.
Ketidakpahaman dan kesalahan saat menggunakan bahasa baku tentu tidak boleh dianggap remeh. Pasalnya, melakukan kesalahan saat menggunakan bahasa baku tentu akan memengaruhi kualitas seseorang.
Oleh karena itulah, sangat penting bagi seseorang untuk mengetahui tentang kata baku tersebut.
Ciri-Ciri Kata Baku dan Fungsinya
Dikutip dari buku Pedoman Kata Baku dan Tidak Baku yang ditulis oleh Dini Fitri (2017:76), bahasa baku adalah ragam bahasa yang cara pengucapan dan penulisannya sesuai dengan kaidah-kaidah standar. Kaidah standar ini dapat berupa pedoman ejaan (EYD), tata bahasa baku, dan kamus umum.
Penggunaan ragam bahasa baku sebenarnya berkaitan dengan situasi dan kondisi pemakaiannya. Kata baku biasanya digunakan dalam berbagai kegiatan formal, seperti acara seminar, acara institusi negara, kegiatan kantor, pidato, karya ilmiah, jurnal, dan lainnya.
Terdapat sejumlah ciri-ciri kata baku yang membedakannya dari kata tidak baku. Berikut di antaranya.
Tidak dipengaruhi oleh bahasa daerah
Tidak dipengaruhi oleh bahasa asing
Bukan merupakan bahasa pasar
Memakai imbuhan secara eksplisit
Pemakaiannya sesuai dengan konteks kalimat
Tidak menimbulkan kerancuan atau makna ganda
Tidak menimbulkan pleonasme
Tidak menimbulkan hiperkorek
Baca Juga: Cara Tahu Sebuah Kata dapat Dikatakan Baku atau Tidak dalam Bahasa Indonesia
Selain ciri-ciri, secara umum kata baku juga memiliki beberapa fungsi. Dini Fitri (2017:76) dalam bukunya memaparkan 4 fungsi bahasa baku sebagai berikut.
1. Pemersatu
Pemakaian bahasa baku dapat mempersatukan sekelompok orang atau dari berbagai suku dan daerah yang berbeda menjadi satu kesatuan dalam berbahasa.
2. Pemberi Kekhasan
Pemakaian bahasa baku dapat menjadi pembeda dengan masyarakat pemakai bahasa lainnya.
3. Pembawa Kewibawaan
Pemakaian bahasa baku dapat memperlihatkan kewibawaan pemakainya.
4. Kerangka Acuan
Bahasa baku menjadi tolok ukur bagi benar tidaknya pemakaian bahasa seseorang.
Demikian penjelasan mengenai ciri-ciri kata baku beserta fungsinya dalam bahasa Indonesia yang menarik untuk dipelajari lebih dalam. Semoga ulasan ini dapat menambah pemahaman seputar penggunaan kata baku dalam berbagai kegiatan formal. (YAS)
