Ciri-Ciri Lagu Nusantara beserta Fungsi dan Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri-ciri lagu Nusantara menggambarkan identitas suatu daerah mulai dari bahasa, alat pengiringnya, irama, hingga instrumen yang digunakan. Lagu Nusantara merupakan salah satu hasil budaya yang menjadi kebanggaan setiap daerah yang ada di Indonesia.
Lagu Nusantara tidak hanya sebagai sarana penghibur, namun lagu ini memiliki fungsi lain seperti digunakan saat upacara adat dan keagamaan. Contoh dari lagu Nusantara yaitu soleram yang berasal dari Riau.
Ciri-Ciri Lagu Nusantara
Lagu Nusantara adalah hasil karya seni dari suatu daerah yang memiliki unsur nada, irama, dan harmoni yang dihasilkan dari alat-alat musik yang khas. Lagu ini tercipta memiliki tujuan tertentu sehingga menjadi identitas dari suatu daerah dengan daerah lain.
Keragaman lagu Nusantara memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan lagu lain. Secara umum ciri-ciri lagu Nusantara sebagai berikut.
1. Bahasa
Ciri pertama dari lagu Nusantara adalah bahasa. Lagu Nusantara menggunakan bahasa dari daerah lagu tersebut berasal. Hal inilah yang menjadi ciri khas dan yang membedakan lagu Nusantara yang berasal dari daerah satu dengan daerah lainnya.
2. Musik Pengiring
Alat musik khas daerah menjadi salah satu unsur yang membuat lagu Nusantara menjadi unik. Peranan dari alat musik ini tak bisa dipisahkan dari lagu Nusantara tersebut. Contohnya, lagu Nusantara Jawa Tengah umumnya diiringi gamelan.
3. Lirik
Setiap lagu Nusantara biasanya memiliki lirik sederhana, misalnya tentang tata cara kehidupan, adat istiadat, atau keindahan alam. Selain itu, tak jarang lagu ini juga sarat akan pesan atau nasihat untuk para pendengarnya dan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan.
4. Cengkok
Cengkok merupakan lenggak-lenggoknya atau hiasan suara berdasarkan jenis lagunya. Perbedaan bahasa setiap daerah mempengaruhi cara lagu Nusantara itu disampaikan, termasuk juga dalam cengkok.
Cengkok inilah yang membuat lagu ini unik dan cocok apabila dinyanyikan oleh orang dari daerah tersebut.
Fungsi Lagu Nusantara
Sebagaimana kesenian yang lain, seni musik Nusantara memiliki arti yang sangat penting bagi masyarakat setempat. Meskipun secara umum musik dipandang sebagai media hiburan, namun musik Nusantara juga mengemban fungsi lain.
Dalam buku Pendidikan Seni Budaya Kelas VIII SMP oleh Yoyok RM dan Siswandi (2008:48-50) fungsi lagu Nusantara yaitu:
1. Sarana Upacara Adat Dan Keagamaan
Sebagai bagian dari kebudayaan, musik bagi adat daerah tertentu biasanya memiliki fungsi untuk mengiringi upacara-upacara adat setempat. Sejak zaman prasejarah musik dianggap sebagai bahasa para dewa.
Contohnya seperti di Bali musik gamelan dipakai sebagai pengiring segala macam upacara adat. Bunyi irama bedug yang mengiringi takbir saat menyambut hari raya Islam, angklung untuk mengiringi upacara seren taun (tanaman padi) di Sunda dan lainnya.
2. Pengiring Tari Adat
Tari daerah juga memiliki tari-tarian khas daerah. Untuk sarana pementasannya, tari daerah sangat tepat diiringi musik Nusantara setempat. Paduan musik dan tari daerah menjadi ciri khas seni budaya daerah.
3. Media Bermain
Lagu Nusantara hampir di setiap daerah ditemukan lagu-lagu sebagai media bermain anak-anak. Di Jawa lagu-lagu tersebut disebut sebagai lagu dolanan. Yang termasuk lagu sebagai media bermain adalah pok ame-ame (betawi), ampar-ampar pisang (kalimatan), dan lainnya.
4. Media Penerangan dan Komunikasi
Musik adalah bahasa universal, dapat dinikmati semua orang meski kadang tidak bisa memahami bahasa liriknya. Musik juga dapat menyampaikan pesan ke seluruh bangsa tanpa harus memahami bahasanya.
Didaerah Yogyakarta dan Surakarta, gamelan sekaten dimainkan saat daerah tersebut menyelenggarakan acara sakaten waktu menyongsong bulan Rabiulawal.
5. Iringan Pertunjukan
Tidak ada satu pun seni pertunjukan yang tidak menggunakan musik sebagai pengiringnya. Bahkan, seni peran (teater dan sinema) yang meniru kehidupan manusia sehari-hari, dalam kenyataannya tak diiringi musik akan hambar.
Dalam seni pertunjukan, musik berfungsi sebagai penguat suasana. Contoh pertunjukan yang menggunakan lagu Nusantara yaitu seperti wayang kulit (Jawa dan Bali), ketoprak dan wayang wong (Jawa), arja (Bali), saman, dulmuk, mendu, maknyong (Sumatera)
Contoh Lagu Nusantara
Untuk lebih mengenal akan lagu Nusantara agar eksistensi lagu ini tetap terjaga, ketahui contohnya. Adapun contoh lagu Nusantara yaitu:
Bungong jempa (Aceh)
Butet (Sumatera Utara)
Ayam den lapeh (Sumatera Barat)
Soleram (Riau)
Dendang nelayan (Kepulauan Riau)
Selandang mayang (Jambi)
Sayang selayak (Sumatera Selatan)
La berage (Kepulauan Bangka Belitung)
Yo botoi botoi (Bengkulu)
Tepui tepui (Lampung)
Kicir kicir (DKI Jakarta)
Tong sarakah (Banten)
Es lilin (Jawa Barat)
Gambang suling (Jawa Tengah)
Suwe ora jamu (Daerah Istimewa Yogyakarta)
Rek ayo rek (Jawa Timur)
Ratu anom (Bali)
Moree (Nusa Tenggara Barat)
Oli gailaru marada (Nusa Tenggara Timur)
Aek kapus (Kalimantan Barat)
Naluya (Kalimantan Tengah)
Ampar ampar pisang (Kalimantan Selatan)
Indung indung (Kalimantan Timur)
Bebilin (Kalimantan Utara)
Manesel (Sulawesi Utara)
Hulonthalo lipu'u (Gorontalo)
Posisani (Sulawesi Tengah)
Tenggang tenggang lopi (Sulawesi Barat)
Ana' kakung (Sulawesi Selatan)
Peia tawa tawa (Sulawesi Tenggara)
Nona manis siapa yang punya (Maluku)
Borero (Maluku Utara)
Yamko rambe yamko (Papua)
Sajojo (Papua Barat)
Baca juga: 2 Contoh Lagu Daerah di Indonesia beserta Asalnya
Itu tadi ciri-ciri lagu Nusantara beserta fungsi dan contohnya. Sebagai salah satu warisan budaya, keberadaan lagu Nusantara tentu harus dilestarikan. (MRZ)
