Ciri-ciri Musim Semi dan Waktu Terjadinya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), musim berarti waktu tertentu yang bertalian dengan keadaan iklim. Setiap musim memiliki karakteristiknya sendiri-sendiri. Misalnya, ketika bunga-bunga mulai bermekaran, itu merupakan ciri-ciri musim semi.
Di dunia ini, ada wilayah-wilayah yang mengalami dua musim, ada pula yang mengalami empat musim. Selain musim hujan dan musim kemarau, ada pula empat musim lain, yakni musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin.
Ciri-ciri Musim Semi dan Waktu Terjadinya
Musim semi terjadi setelah musim dingin. Waktu terjadinya musim semi di belahan bumi bagian utara berkebalikan dengan belahan bumi bagian selatan.
Musim semi di belahan bumi bagian utara biasanya mulai terjadi pada tanggal 21 Maret-21 Juni, sedangkan musim semi di belahan bumi bagian selatan terjadi pada tanggal 23 September-23 Desember.
Meski terjadi di waktu yang berbeda, tetapi ciri-ciri musim semi pada umumnya tetap sama. Ciri-ciri musim semi tersebut, antara lain:
1. Tumbuhnya Tunas-Tunas Baru
Suhu udara yang menghangat di musim semi, memungkinkan tumbuhan mulai aktif kembali setelah masa dormansi selama musim dingin. Tunas-tunas baru pun bermunculan. Dahan-dahan yang baru juga tumbuh, memberikan warna hijau yang segar.
2. Berbunganya Tanaman dan Bunga
Musim semi adalah waktu berbunga bagi banyak jenis tanaman dan bunga. Di musim ini, bunga-bunga indah bermekaran, hingga tak salah jika musim semi disebut sebagai musim yang romantis.
3. Lebih Banyak Cahaya Matahari
Di musim semi, hari-hari terasa lebih panjang karena adanya cahaya matahari yang lebih banyak dari musim sebelumnya. Hal ini membantu mendorong pertumbuhan tanaman dan memberikan suasana yang lebih cerah.
4. Hujan dan Curah Hujan
Musim semi adalah waktu ketika hujan lebih sering terjadi. Curah hujan yang lebih tinggi membantu memberikan nutrisi pada tanaman yang baru tumbuh dan mengisi kembali sumber air setelah musim dingin yang kering.
5. Aktivitas Hewan
Musim semi juga mempengaruhi aktivitas hewan. Hewan-hewan yang tidur atau bermigrasi selama musim dingin kembali aktif mencari makanan dan mencari pasangan untuk berkembang biak.
6. Pencairan Salju dan Es
Di beberapa wilayah yang mengalami musim dingin yang ekstrem, musim semi adalah saat ketika salju dan es mulai mencair, membuka jalan bagi pertumbuhan tanaman dan aktivitas lainnya.
7. Suhu yang Mengalami Peningkatan
Salah satu ciri utama musim semi adalah meningkatnya suhu udara secara bertahap. Setelah musim dingin yang dingin, suhu udara mulai naik, dan udara menjadi lebih hangat.
Baca juga: 5 Fakta Menarik Negara yang Memiliki Empat Musim
Demikianlah ciri-ciri musim semi yang terjadi di wilayah yang mengalami empat musim. Dari ciri-ciri tersebut, tak heran jika musim semi menjadi musim yang paling banyak disukai banyak orang. (ARN)
