Ciri-Ciri Organisme Autotrof dan Heterotrof dalam Ilmu Biologi

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri-ciri organisme autotrof dan heterotrof penting untuk diketahui saat mempelajari ilmu biologi. Secara umum, autotrof merupakan organisme yang mampu menghasilkan makanan sendiri melalui kegiatan fotosintesis.
Sedangkan heterotrof merupakan organisme yang mengandalkan organisme lain untuk bisa makan. Organisme yang mampu membuat makanannya sendiri disebut dengan produsen. Sementara itu, organisme yang memenuhi kebutuhan makannya dengan cara mengambil dari makhluk lainnya disebut dengan konsumen.
Ciri-Ciri Organisme Autotrof dan Heterotrof
Mengutip buku Pasti Bisa Ilmu Pengetahuan Alam Persiapan Cerdas Nilai Tinggi oleh Penerbit Duta (2017), salah satu ciri makhluk hidup ialah membutuhkan makanan. Tetapi, tidak semua makhluk hidup mampu menciptakan makanannya sendiri. Adapun ciri-ciri organisme autotrof dan heterotrof yakni sebagai berikut.
1. Ciri-Ciri Organisme Autotrof
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, organisme autotrof memiliki kemampuan untuk memproduksi bahan makanan. Berikut adalah ciri-ciri organisme autotrof yang perlu diketahui.
Memiliki warna kehijauan, walaupun ada beberapa yang warnanya kemerahan.
Memproduksi organisme.
Umumnya organisme berasal dari tumbuhan dan beberapa bakteri.
Mampu menciptakan makanan sendiri.
Bisa hidup di lingkungan berair, misalnya seperti di terestrial.
Bisa mengubah energi kimia dan fisik agar menjadi karbohidrat.
Sel-sel yang terkandung di dalamnya memiliki kloroplas.
2. Ciri-Ciri Organisme Heterotrof
Heterotrof merupakan organisme yang memperoleh makanannya dari organisme lain agar bisa mendapatkan energi dan bahan organik lainnya yang dibutuhkan untuk pertumbuhan maupun reproduksi. Ciri-ciri organisme heterotrof yakni sebagai berikut.
Memenuhi kebutuhan makanannya dengan cara mengambil zat makanan dari organisme lain yang hidup (berperan sebagai parasit).
Cara hidup organisme ini cenderung merugikan organisme yang ditumpanginya.
Tidak mempunyai klorofil, sehingga tidak bisa membuat makanannya sendiri.
Pada jamur dan bakteri, zat makanan diambil dari organisme yang sudah mati dan ia berperan sebagai pengurai.
Contoh organisme heterotrof yaitu benalu, tali putri, jamur, dan bakteri.
Baca juga: Contoh Tumbuhan dan Ciri-cirinya dalam Ilmu Biologi
Ciri-ciri organisme autotrof dan heterotrof yang dijelaskan di atas dapat menjadi alternatif untuk mengenal jenis organisme biotik berdasarkan caranya mendapatkan makanan. Semoga informasi di atas bermanfaat, khususnya bagi para siswa yang sedang belajar tentang ilmu pengetahuan alam, ya. (DLA)
