Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Respirasi Anaerob dan Contohnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri-ciri respirasi anaerob dan contohnya. Sumber: Pixabay/SoFuego
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri-ciri respirasi anaerob dan contohnya. Sumber: Pixabay/SoFuego

Ciri-ciri respirasi anaerob adalah tidak menggunakan oksigen. Hal tersebut membuat jumlah energi yang dihasilkan lebih kecil bila dibandingkan dengan respirasi aerob. Karena tidak menggunakan oksigen, respirasi ini menggunakan glukosa sebagai substrat.

Respirasi adalah proses menghasilkan energi dengan memecah molekul kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana. Proses ini umumnya memecah molekul gula sederhana menjadi karbon dioksida, uap air, dan energi.

Ciri-Ciri Respirasi Anaerob

Ilustrasi ciri-ciri respirasi anaerob. Sumber: Pixabay/jwvein

Dalam makhluk hidup respirasi terbagi menjadi dua jenis salah satunya respirasi anaerob. Dalam buku Sukses Olimpiade Biologi untuk SMP/MTs oleh Tomi Zapino (2010:60) respirasi anaerob adalah proses pemecahan karbohidrat untuk mendapatkan energi tanpa menggunakan oksigen yang proses penguraiannya disebut fermentasi.

Fermentasi terbagi menjadi dua yaitu respirasi anaerob yang terjadi pada hewan yang disebut dengan fermentasi asam laktat dan respirasi anaerob pada ragi yang disebut juga dengan fermentasi alkohol. Adapun ciri-ciri respirasi anaerob yaitu:

  • Tidak memerlukan oksigen.

  • Efisiensi energi yang rendah.

  • Produk samping berupa asam laktat yang dapat menyebabkan kelelahan otot, dan etanol dapat menjadi racun yang memerlukan pengolahan lebih lanjut.

  • Terjadi dalam sitoplasma.

  • Tidak memanfaatkan rantai transpor elektron.

  • Tahapan prosesnya berupa glikolisis dan fermentasi.

  • Produk akhir berupa asam laktat atau etanol, dan karbon dioksida dalam kasus fermentasi alkohol.

  • Menghasilkan energi berupa 2 molekul ATP per molekul glukosa.

  • Proses ini terjadi pada bakteri, ragi, dan sel otot tertentu pada manusia selama olahraga berat.

Contoh Respirasi Anaerob

Ilustrasi contoh respirasi anaerob. Sumber: Pixabay/donauwood

Contoh dari respirasi anaerob dapat ditemukan dalam proses fermentasi yang dibantu oleh mikroorganisme seperti bakteri atau jamur dan terjadi pada tubuh saat memerlukan energi secara cepat. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Pembuatan Tempe

Tempe dibuat dengan proses fermentasi menggunakan jamur. Fermentasi tersebut menggunakan jamur dari spesies Rhizopus. Terdapat beberapa jenis Rhizopus yang dapat digunakan seperti Rhizopus oligosporus, R. oryzae, R. arhizus dan R. microsporus.

Ragi tempe berfungsi sebagai agen mikroorganisme yang melakukan fermentasi pada kedelai. Fermentasi berfungsi menghidrolisis senyawa komplek menjadi senyawa sederhana menggunakan enzim. Sehingga menjadikan tempe lebih mudah dicerna oleh tubuh.

2. Pembuatan Roti

Umumnya, fermentasi pada roti dilakukan dengan menambahkan ragi. Ragi untuk roti dibuat dari Saccharomyces cereviceae yang mengubah gula menjadi gas karbondioksida. Gula yang diubah dapat berasal dari tepung atau gula yang sengaja ditambahkan di adonan.

Selama fermentasi, enzim pada ragi akan bereaksi dengan pati dan gula untuk menghasilkan gas karbondioksida. Gas karbondioksida yang terbentuk akan menyebabkan adonan roti menjadi mengembang sehingga adonan menjadi lebih ringan dan lebih besar.

Pada ragi roti terdapat beberapa enzim yaitu:

  • Enzim Protease yang dapat memecah protein.

  • Enzim Lipase yang dapat memecah lemak.

  • Enzim Invertase yang memecah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.

  • Enzim Maltase yang memecah maltosa menjadi glukosa-glukosa.

  • Enzim Zymase yang memecah glukosa menjadi alkohol dan karbondioksida.

3. Pembuatan Tape

Proses pembuatan tape melibatkan proses fermentasi yang dilakukan oleh khamir Saccharomyces cerivisiae. Khamir ini memiliki kemampuan dalam mengubah karbohidrat (fruktosa dan glukosa) menjadi alkohol dan karbondioksida.

Ragi tape adalah starter untuk membuat tape ketan atau tape singkong. Di dalam ragi ini terdapat mikroorganisme yang dapat mengubah karbohidrat (pati) menjadi gula sederhana (glukosa) yang selanjutnya diubah lagi menjadi alkohol.

4. Otot Manusia

Selain pada proses pembuatan makanan, respirasi anaerob juga dapat ditemukan pada tubuh manusia yang menghasilkan produk samping seperti asam laktat atau etanol. Asam laktat merupakan produk akhir dari glikolisis anaerobik akibat pemecahan glukosa tidak sempurna.

Fermentasi asam laktat di tubuh terjadi saat otot tidak mendapatkan suplai oksigen, namun tetap digunakan untuk bergerak. Asam laktat yang dihasilkan membuat otot terasa terbakar, kaku, pegal, dan juga lelah.

Baca juga: Tahapan Dekarboksilasi Oksidatif Pada Respirasi Aerob

Ciri-ciri respirasi anaerob dan contohnya yang terjadi pada makhluk hidup untuk memperoleh energi dengan cara mengubah glukosa tanpa memerlukan oksigen. (MRZ)