Ciri Darah Rendah dan Tinggi beserta Cara Menstabilkan Tekanan Darah

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri darah rendah dan tinggi harus dipahami oleh masyarakat. Tekanan darah orang bisa selalu berubah-ubah, tergantung dari aktivitas, pola makan, atau kondisi psikis orang yang bersangkutan. Untuk menjaga kesehatan, tekanan darah harus dijaga agar tetap normal.
Untuk mengetahui berapa tekanan darah, bisa diukur dengan menggunakan tensimeter. Selain itu, ciri-ciri darah rendah dan darah tinggi juga bisa dijadikan tanda untuk diwaspadai.
Ciri Darah Rendah dan Tinggi
Sudarno dalam Manajemen Terapi Motivasi (2009) menjelaskan bahwa darah tinggi merupakan penyakit karena kuatnya jantung memompa darah ke otak. Salah satu penyebabnya adalah karena menyempitnya pembuluh darah kapiler.
Adapun darah rendah merupakan penyakit yang disebabkan oleh kemampuan jantung yang rendah sehingga darah tidak bisa mencapai otak. Jantung berdetak cepat, namun denyutnya lemah. Jadi, darah tidak naik ke otak dalam jumlah cukup.
Berikut adalah ciri darah rendah dan tinggi yang harus dipahami.
1. Ciri Darah Rendah
Pandangan kabur selama sesaat dan terkadang bisa berulang kali. Penyebabnya adalah karena duduk terlalu lama dan tiba-tiba berdiri. Bisa juga terjadi karena berdiri terlalu lama.
Penderita darah rendah juga akan merasakan pusing. Hal ini terjadi karena darah tidak membaca oksigen dalam jumlah cukup ke otak. Selain pusing, penderita darah rendah juga bisa pingsan tiba-tiba.
Ciri selanjutnya adalah wajah yang nampak pucat. Selain itu, tubuh penderita darah rendah juga terasa dingin akibat suplai darah yang lambat dan tidak sampai hingga ke jaringan tepi di tubuh.
2. Ciri Darah Tinggi
Penderita darah tinggi akan merasakan sakit kepala. Pada penderita darah tinggi, darah mengalir dengan tekanan lebih tinggi dalam pembuluh darah. Inilah yang menyebabkan sakit kepala.
Ciri berikutnya adalah rasa nyeri pada dada. Tekanan darah yang tinggi bisa merusak arteri dan membuat arteri menjadi kurang elastis. Elastisitas arteri yang berkurang bisa menyebabkan turunnya oksigen dan aliran darah ke jantung serta memicu penyakit jantung.
Penderita darah tinggi juga akan mengalami pandangan kabur karena tekanan darah tinggi bisa mengakibatkan kerusakan pada pembuluh darah mata.
Cara Menstabilkan Tekanan Darah
Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menstabilkan tekanan darah, berikut ini adalah beberapa di antaranya
1. Kurangi Natrium
Natrium banyak ditemukan dalam garam. Konsumsi garam dalam jumlah berlebihan bisa menyebabkan tekanan darah tinggi.
2. Rutin Berolahraga
Cara selanjutnya adalah dengan rutin berolahraga untuk menjaga tubuh tetap sehat sekaligus menstabilkan tekanan darah.
3. Mengelola Stress
Mengelola stress juga bisa menjadi cara untuk menstabilkan tekanan darah.
Baca juga: Ciri-Ciri Gula Darah Rendah Pada Wanita, Apa Saja?
Pahami penjelasan tentang ciri darah rendah dan tinggi serta cara menstabilkan tekanan darah agar bisa menjalani hidup dengan lebih baik. (KRIS)
