Contoh Aksi Nyata Membuat Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di Kelas

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aksi nyata adalah bentuk pemahaman terhadap topik yang dipelajari dalam pelatihan mandiri. Setelah menyelesaikan satu topik, maka guru harus mengunggah Aksi Nyata. Oleh karena itu, penting mengetahui contoh Aksi Nyata membuat strategi penerapan Kurikulum Merdeka di kelas.
Melalui Aksi Nyata tersebut, para guru dapat mengimplementasikan teori yang sudah dipelajari dan mendemonstrasikan pemahamannya. Hasil dari aksi nyata akan diunggah oleh oleh guru dalam bentuk dokumen PDF sebagai syarat menyelesaikan topik pelatihan pandiri.
Mengetahui Contoh Aksi Nyata Membuat Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di Kelas
Dikutip dari buku Aksi Nyata Merdeka Mengajar, Herneta Fatirani (2023:6), Aksi Nyata adalah aktivitas terakhir untuk menyelesaikan satu topik Pelatihan Mandiri. Aksi Nyata Kurikulum Merdeka dapat berupa laporan serta ringkasan hasil pelatihan mandiri Merdeka Belajar yang dijalankan oleh guru.
Untuk lebih memahami terkait pembuatan loaran tersebut, berikut contoh aksi nyata membuat strategi penerapan Kurikulum Merdeka di kelas yang dimuat dalam topik Merdeka Belajar.
1. Mengenali dan Memahami Diri Sebagai Pendidik
Untuk mengenali dan memahami diri sebagai pendidik dapat melakukan beberapa tindakan berikut.
Menjadi manusia merdeka yang hidupnya bersandar pada kekuatan sendiri baik lahir maupun batin. Kemudian tidak tergantung pada orang lain.
Pendidikan menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada peserta didik agar dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.
Menyelaraskan peran sebagai pendidik yang relevan dengan konteks murid dan perkembangan zaman saat ini.
2. Mendidik dan Mengajar
Sebagai tenaga pendidik perlu memahami pengertian konsep mendidik dan mengajar. Berikut penjelasan kedua istilah tersebut.
Mendidik adalah menurunkan segala kodrat yang ada pada murid agar mencapai kebahagiaan dan keselamatan sebagai manusia ataupun anggota masyarakat.
Mengajar adalah cara menyampaikan ilmu atau manfaat bagi hidup anak-anak secara lahir maupun batin.
Dengan demikian, seorang pendidik sebaiknya mempunyai sistem among di antaranya ing ngarsi sung tulodo ing madyo mangun karso dan Tut Wuri Handayani. Pendidikan seharusnya dapat memberikan didikan batin kepada murid.
3. Mendampingi Murid dengan Utuh dan Menyeluruh
Tindakan yang dapat dilakukan dalam mendampingi murid dengan utuh dan menyeluruh yaitu sebagai berikut.
Pendidik bergerak secara dinamis menyesuaikan kondisi saat ini.
Guru bukan menjadi satu-satunya sumber belajar murid, maka guru harus dapat membantu murid dengan pembelajaran konstektual.
Mengadopsi asas trikon (kontinyu, konvergen, dan konsentris) sebagai prinsip melakukan perubahan dan kebudayaan bangsa agar tidak akan tertinggal.
4. Mendidik dan Melatih Kecerdasan Budi Pekerti
Budi pekerti adalah hasil dari bersatunya gerak pikiran, perasaan, kehendak ataupun kemauan sehingga dapat menilmbulkan tenaga tertentu. Budi pekerti juga dapat diartikan sebagai perpaduan cipta, rasa, dan karsa.
Budi pekerti seorang murid tidak hanya dibentuk pada lingkungan sekolah, namun juga di lingkungan keluarga dan masyarakat.
5. Pendidikan yang Mengantarkan Keselamatan dan Kebahagiaan
Tujuan akhir dari seluruh pendidikan yaitu keselamatan dan kebahagaiaan murid. Hal ini dapat dipenuhi dengan memahami peran guru melalui sistem among.
Dalam mewujudkan pendidikan yang mengantarkan keselamatan dan kebahagia, maka sebagai tenaga penidik dapat melakukan beberapa hak berikut ini.
Guru memberikan pembelajarna bermakna untuk siswa.
Pendidik menuntun murid untuk mengembangkan dirinya sesuai kodrat dan potensinya.
Demikian contoh Aksi Nyata membuat strategi penerapan Kurikulum Merdeka di kelas. Melalui contoh ini dapat menjadi referensi bagi guru dalam membuat laporan dan ringkasan hasil pelatihan mandiri Merdeka Belajar. (PAM)
Baca Juga: Contoh Tanggapan Umpan Balik Aksi Nyata Merdeka Belajar
