Konten dari Pengguna

Contoh ATHG dari Dalam dan Luar Negeri

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh ATHG dari Dalam dan Luar Negeri. Sumber: Pexels/Tima Miroshnichenko
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh ATHG dari Dalam dan Luar Negeri. Sumber: Pexels/Tima Miroshnichenko

ATHG merupakan singkatan dari Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan. Istilah ini merupakan salah satu istilah yang cukup penting untuk dipahami khususnya untuk masyarakat Indonesia. Ada beberapa contoh ATHG dari dalam dan luar negeri yang dapat diperhatikan.

ATHG merupakan salah satu istilah yang digunakan dalam konteks ketahanan nasional untuk menggambarkan berbagai hal yang dapat mengganggu atau membahayakan keselamatan, keamanan, dan kedaulatan negara. ATHG merupakan elemen-elemen yang memengaruhi ketahanan nasional sebuah negara.

Ketahui Contoh ATHG dari Dalam dan Luar Negeri

Ilustrasi Contoh ATHG dari Dalam dan Luar Negeri. Sumber: Pexels/Nataliya Vaitkevitch

Mengutip buku Pendidikan Kewarganegaraan karya Thoriq Aziz Jayana, dkk (2024:261) ATHG merupakan salah satu komponen yang ada dalam ketahanan nasional, dimana dengan adanya ketahanan nasional maka akan turut mengatasi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) yang ada.

ATHG dari dalam negeri dan luar negeri merupakan masalah lintas sektoral, dari ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya, pertahanan, keamanan, hingga teknologi. Berikut ini beberapa contoh ATHG dari dalam dan luar negeri yang dapat diketahui.

1. ATHG dari Dalam Negeri

  1. Ancaman: Gerakan Separatisme

    Gerakan ini mencoba melepaskan diri dari NKRI, seperti OPM di Papua atau Gerakan Aceh Merdeka (di masa lalu). Hal ini mengancam kedaulatan, memperlemah stabilitas politik dan memperumit pembangunan di wilayah tersebut. Penanganan harus dilakukan melalui pendekatan militer dan dialog sosial-budaya.

  2. Tantangan: Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN)

    KKN menggerogoti kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, merusak birokrasi, serta menghambat distribusi keadilan sosial dan pembangunan. Ini juga membuat investasi menjadi berisiko, memperlambat pertumbuhan ekonomi dan memicu ketimpangan sosial.

  3. Hambatan: Keanekaragaman Budaya yang Tidak Terkelola

    Walau menjadi kekayaan nasional, perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dapat menjadi sumber konflik jika tidak dikelola. Kurangnya pemahaman antarbudaya bisa menciptakan segregasi sosial yang membahayakan integrasi nasional.

  4. Gangguan: Aksi Terorisme Domestik

    Kelompok radikal seperti JAD dan kelompok lain yang terinspirasi ideologi transnasional dapat melakukan serangan bom, penembakan, dan aksi ekstrem lainnya. Ini menimbulkan rasa takut dan ketidakstabilan, serta mengganggu proses demokrasi.

  5. Ancaman: Penyalahgunaan Narkoba

    Indonesia bukan hanya target peredaran narkoba, tapi juga tempat produksi. Kerusakan moral generasi muda, meningkatnya kriminalitas, serta tekanan terhadap layanan kesehatan dan hukum menjadi dampaknya. Ini juga menciptakan ketergantungan ekonomi bawah tanah.

2. ATHG dari Luar Negeri

  1. Ancaman: Agresi Militer dari Negara Lain

    Meskipun kecil kemungkinannya secara langsung saat ini, potensi konflik terbuka di Laut Natuna Utara (wilayah ZEE Indonesia) dengan Tiongkok atau ketegangan geopolitik global tetap harus diwaspadai. Agresi semacam ini dapat mengancam teritorial dan sumber daya alam Indonesia.

  2. Tantangan: Globalisasi

    Globalisasi membawa budaya asing, gaya hidup individualistik, dan konsumtif yang bisa bertentangan dengan nilai lokal. Ini menantang identitas nasional dan ideologi Pancasila. Diperlukan filter budaya agar masyarakat tidak terjebak dalam disorientasi nilai.

  3. Hambatan: Propaganda dan Hoaks Asing

    Melalui media sosial, propaganda asing dapat memecah belah masyarakat, menanamkan kebencian antar kelompok, dan mempengaruhi opini publik terhadap pemerintah. Ini memperlemah demokrasi dan stabilitas sosial.

  4. Gangguan: Pelanggaran Wilayah oleh Negara Tetangga

    Contoh nyata adalah pelanggaran kapal nelayan asing atau militer ke wilayah ZEE Indonesia di Laut Natuna. Ini mengganggu kedaulatan maritim, pencurian sumber daya laut, serta menimbulkan ketegangan diplomatik.

  5. Ancaman: Spionase Teknologi dan Ekonomi

    Penyusupan intelijen asing atau pencurian data strategis oleh aktor negara dan non-negara (cyber espionage) mengancam keamanan negara, kedaulatan data, dan kemandirian ekonomi.

Mengetahui berbagai contoh ATHG dari dalam dan luar negeri ini sangat penting untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan negara. Penanganan yang tepat terhadap setiap komponen tersebut akan menjaga stabilitas dan keberlanjutan suatu negara. (BAI)

Baca Juga: Mengenal Ketahanan Nasional Bersifat Dinamis dan Penjelasannya