Contoh Bentuk Interaksi Petani Harus Menyesuaikan Waktu Tanam dengan Musim Apa?

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Manusia dan alam memiliki interaksi yang saling berkaitan, karena manusia membutuhkan alam, begitu pula sebaliknya. Salah satu contohnya adalah petani yang harus menyesuaikan waktu tanam dengan musim hujan.
Alam dimanfaatkan oleh manusia sebagai tempat tinggal dan sumber pemenuhan kebutuhan. Sebaliknya, alam juga membutuhkan manusia untuk merawat dan menjaganya.
Salah Satu Contoh Bentuk Interaksi Antara Petani Harus Menyesuaikan Waktu Tanam dengan Musim Hujan
Manusia memiliki keterkaitan dengan alam. Contohnya semua sandang, pangan dan papan yang dibutuhkan manusia tersedia di alam.
Manusia harus mampu beradaptasi dengan alam sekitarnya, contoh manusia hidup dekat dengan sumber makanannya. Contoh bentuk interaksi antara petani harus menyesuaikan waktu tanam dengan musim hujan.
Hal tersebut dikarenakan pada musim hujan ketersediaan air cukup tinggi sehingga menjadi waktu yang tepat untuk proses menanam padi. Selain itu, petani juga menanam padi saat ketersediaan sinar matahari memadai.
Dikutip dari buku Pola Tanam, Agus Suryanto (2019:45) penerapan pola tanam dalam sistem pertanian merupakan jawaban atas produktivitas para petani yang mampu menjaga dan memelihara lingkungan agar tetap lestari.
Pada musim hujan, tanah jadi mudah ditanami padi dari pada saat musim kering. Bagi para petani yang nekat menanam padi di musim kering, maka bisa dipastikan padi yang ditanam tidak akan tumbuh dengan baik. Bahkan mati dengan cepat.
Alasan lain mengapa hujan yang turun mulai dimanfaatkan para petani untuk menanam padi adalah agar pada saat masa panen tiba, padi tidak terendam oleh air hujan atau terlambat panen.
Pada dasarnya syarat utama menanam padi yang baik adalah ketika musim penghujan tiba. Air hujan bermanfaat untuk pertanian karena dapat menjaga keseimbangan garam tanah, sehingga padi lebih tahan terhadap stres salinitas.
Air hujan biasanya memiliki kadar salinitas dan mineral berbahaya yang lebih rendah, sehingga dapat menjaga kualitas tanah dengan baik. Air hujan juga dapat dikumpulkan dan dialirkan dalam sistem irigasi sehingga dapat mengatasi masalah kelebihan air dan risiko banjir.
Dengan menggunakan air hujan untuk irigasi, maka petani dapat menghemat biaya air dan meningkatkan pendapatan serta profitabilitas mereka. Selain itu, penghematan biaya air irigasi juga dapat membantu petani untuk mengatasi masalah kenaikan air yang dapat berdampak negatif pada kesejahteraan petani.
Salah satu contoh bentuk interaksi antara petani, harus menyesuaikan waktu tanam dengan musim hujan dengan melakukan sistem irigasi dapat meningkatkan taraf kehidupan para petani. (EA)
Baca juga : Apakah Semua Tempat di Bumi Mengalami Musim yang Sama?
