Konten dari Pengguna

Contoh Cerita Mudik Lebaran Naik Motor yang Bisa Jadi Referensi

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi. Contoh cerita mudik Lebaran naik motor. Sumber: Pexels / Kelly
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi. Contoh cerita mudik Lebaran naik motor. Sumber: Pexels / Kelly

Lebaran identik dengan pulang ke kampung halaman atau yang disebut dengan mudik. Mudik biasanya menggunakan kendaran, seperti naik motor, mobil, kereta api, pesawat, maupun kapal. Cerita perjalanan mudik tentu saja berbeda-beda dan sering dijadikan tugas di sekolah. Karena itu, banyak yang mencari contoh cerita mudik Lebaran naik motor.

Dalam setiap perjalanan mudik yang dilakukan pasti memiliki cerita seru selama perjalanan. Cerita perjalan mudik tentu saja cukup menarik untuk didengarkan atau dibaca. Apalagi cerita mudik pasti menyajikan kisah yang unik dan memiliki alur yang tidak bisa ditebak.

Contoh Cerita Mudik Lebaran Naik Motor yang Bisa Menjadi Referensi

Ilustrasi. Contoh cerita mudik Lebaran naik motor. Sumber: Pexels / Tiwi Riders

Dikutip dari buku Ikhtiar Dalam Bahasa, Mukhaiyar, M. Zaim dan Hermawati Syarif, (2020:297), mudik merupakan kata yang memiliki konteks pulang ke negara asal saat mendekat Idulfitri atau Lebaran dan mungkin saja pada hari-hari besar lainnya di Indonesia.

Mudik selalu menjadi tradisi di Indonesia ketika menjelang hari raya Lebaran. Masyarakat berbondong-bondong pulang dari kota ke kampung halaman untuk berkumpul bersama saudara dan keluarga besar di kampung. Karena itu, perjalanan mudik pasti memiliki cerita yang cukup menarik.

Perjalanan mudik seringkali dijadikan bahan cerita atau digunakan untuk tugas di sekolah. Oleh karena itu, berikut ini contoh cerita mudik Lebaran naik motor yang bisa dijadikan referensi.

Siang itu, aku bersama keluarga sudah berencana mudik lebih awal menggunakan motor untuk menghindari kemacetan yang terjadi. Pada awalnya, kami berniat berangkat setelah salat subuh. Tetapi apalah daya, planning tidak seindah kenyataan karena pagi itu hujan turun begitu deras yang menjadikan kami menunda keberangkatan.

Pada siang harinya, cuaca mulai cerah dan kami bersiap untuk berangkat untuk menghindari kemacetan yang terjadi. Kami berangkat pada pukul 11 siang dari tempat tinggal kami yaitu Tangerang Selatan. Tujuan mudik kali ini yaitu ke kota kecil di Jawa Tengah yaitu Brebes.

Perjalan mudik dari Tangerang Selatan ke Brebes kurang lebih memakan waktu 12 jam. Perjalanan mudik kali ini tentu sangat tidak menyenangkan karena jalanan sangat becek dan memerlukan tingkatan kefokusan dalam berkendara.

Setelah 6 jam perjalanan, kami sudah sampai di kota Indramayu untuk beristirahat dan salat. Kami beristirahat kurang lebih 1 jam untuk meregangkan otot-otot kami dan untuk mengenyangkan isi perut. Tepat pukul 18.30, kami melanjutkan perjalanan dengan menembus jalanan pantura yang terkenal dengan truk besarnya.

Ketika perjalanan sudah berjalan selama 2 jam dan mulai masuk ke perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat, hujan kembali turun dan mengharuskan kami untuk menepi demi keselamatan kami. Kami berhenti kurang lebih 1 jam untuk berteduh. Cukup lumayan lama kami berteduh, walaupun begitu keadaan ini membuat kami dapat beristirahat sejenak.

Tepat pukul 22.00, hujan sudah reda dan kami kembali melanjutkan perjalanan yang kurang lebih 1 jam dari tempat kami berteduh. Kami tidak mengalami permasalahan yang berarti, hanya saja jalanan menjadi sangat becek dan perlu ekstra hati-hati.

Pada pukul 23.30 akhirnya kami tiba di rumah nenek dan kami langsung bersalaman dan menurunkan barang-barang yang dibawa. Setelah itu, kami bergegas untuk bersih-bersih dan beristirahat.

Itulah contoh cerita mudik Lebaran naik motor yang bisa dijadikan referensi ketika hendak mengerjakan tugas membuat cerita perjalanan mudik. Semoga dapat menjadi referensi. (RFL)

Baca juga: 2 Cerita Libur Lebaran ke Rumah Nenek