Contoh Cerpen Hari Pertama Sekolah Singkat

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cerpen hari pertama sekolah merupakan salah satu karya sastra yang berbentuk prosa fiksi. Biasanya seseorang membuat cerpen ini untuk menceritakan kegiatan atau aktivitas hari pertama sekolah yang sangat berkesan dan ingin membagikannya melalui tulisan.
Cerpen merupakan suatu karya sastra dalam bentuk tulisan yang mengisahkan tentang sebuah cerita fiksi lalu dikemas secara pendek, jelas dan ringkas. Karya sastra ini tersusun atas 3 bagian yaitu orientasi, komplikasi, dan resolusi.
Contoh Cerpen Hari Pertama Sekolah Singkat
Dikutip dalam buku Jurnal Pendidikan Empirisme oleh Narti (2018:31) cerpen berasal dari dua kata yaitu cerita yang mengandung arti tuturan mengenai bagaimana sesuatu hal terjadi dan pendek berarti kisah yang diceritakan tidak lebih dari 10.000 kata yang memberikan sebuah kesan dominan serta memusatkan pada satu tokoh saja.
Bagi seseorang yang gemar membaca, cerpen menjadi salah satu bacaan favorit selain novel. Salah satu cerpen yang menarik untuk diketahui dan dibaca yaitu cerpen hari pertama sekolah berikut ini.
Hari ini adalah hari spesial setelah sebulan libur panjang. Ya! Kemarin adalah libur kenaikan kelas, dan hari ini aku memasuki kelas sepuluh di sekolah menengah awal atau disebut SMA.
Rasanya deg-degan sekali, bagaimana tidak yang katanya di SMA ini adalah tahun-tahun sekolah yang menyenangkan. Sudah tidak sabar untuk memulai, dan pastinya akan bertemu teman-teman baru yang takkan kalah serunya.
Aku bersekolah yang sama dengan kakak laki-lakiku yaitu di SMA 1 Teladan. Banyak sekali yang ingin masuk ke sekolah ini, karena sekolah ini terbilang bagus. Dan kakakku sudah menikmati sekolah ini selama 2 tahun, dan tahun ini kakakku adalah tahun terakhirnya berada di sekolah ini.
Setelah bersepeda beberapa menit, sampailah aku dan kakakku di sekolah. Aku lihat plang nama sekolah itu besar sekali. Aku yang melihatnya begitu takjub, aku tak percaya sudah masuk ke sekolah ini dengan memakai seragam yang keren.
Setelah itu aku memarkirkan sepeda di parkiran sepeda sekolah bersama kakakku. Kemudian, aku dengan kakakku pun berpisah jalur. Ia akan jalan menuju ke kelasnya yang berada di lantai atas dan aku di lantai bawah. Lalu, aku pun menuju kelasku.
Sesampainya di kelas, terlihat teman-teman yang masih asing di mataku tampak saling diam. Sehingga kelas terasa sangat sepi dan sunyi yang hanya menyisakkan suara dari kipas angin kelas. Kemudian aku berjalan menuju ke bangku yang masih kosong di kelas.
Setelah memilih bangku yang masih kosong, akupun duduk di dekat seseorang perempuan berkucir kuda. Aku pun izin duduk di sebelahnya dan menyapanya. Lalu dia membalasnya sambil memperbolehkan duduk kepadaku.
“Hai, siapa namamu?” tanyaku kepadanya setelah duduk. Lalu ia pun menjawab dengan senyumnya, “Eh, hai, aku Hana. Salam kenal ya, nama kamu siapa?”
“Senyummu sungguh manis, Hana. Aku Rain, panggil saja aku Rai. Terbilang aneh kan,” balasku kepadanya dengan senyuman juga.“Ah, terimakasih. Kamu juga, nama kamu unik kok, Rai.” jawabnya, lalu kami berdua mengobrol dengan asyik dan tidak terasa bel masuk telah berdering.
“Eh, ayuk kita ke lapangan. Sudah dipanggil kan untuk upacara,” ucapnya kepadaku setelah ia mendengar suara dari speaker pengumuman yang ada dalam setiap kelas. “Eh iya, yuk.”
Jam berganti jam, tak terasa selama setengah hari ini telah terlewat begitu saja. Hari ini sungguh menyenangkan. Apalagi aku sudah mendapatkan teman baru yang akrab sekali denganku.
Setelah bel pulang berbunyi, aku dengan Hana saling berpamitan di depan gerbang sekolah. Ia pun dijemput oleh ibunya menggunakan mobil. Setelah Hana berlalu, aku segera menuju ke parkiran sepeda yang sudah ditunggu kakakku dari beberapa menit yang lalu.
Sampailah di rumah, jam dinding telah menunjukkan sore harinya. Ibuku yang seharian menunggu kami di rumah, lalu memberikan kami sapaan. Kemudian ia menyuruh aku dan kakakku untuk segera berganti baju dan beristirahat. Aku pun mengiyakannya dan segera berganti baju.
Malam harinya, ayah telah pulang kerja tepat sebelum makan malam. Sebelum makan malam dimulai bersama, ayahku berberes dahulu membersihkan diri agar menjadi segar kembali. Setelah itu, akhirnya kami sekeluarga makan malam bersama.
Selesai makan, seperti kegiatan biasanya. Keluargaku akan berkumpul bersama di ruang keluarga dengan membicarakan berbagai hal-hal yang seru dari kegiatan yang dilakukan. Dan, saatnya yang ditunggu-tunggu aku pun diberi kesempatan bercerita.
Aku menceritakan semuanya dari awal sampai selesai dari sekolah tadi. Apapun aku ceritakan, yang awal masuk kelas dengan kelas sunyi, berkenalan dengan Hana, dan kejadian-kejadian yang lain bahkan kejadian yang lucu.
Ayah dan ibu, sampai kakakku yang mendengarnya pun cukup menarik mendengarkan ceritaku. Semuanya pun bertepuk tangan untukku yang bercerita pengalaman pertama saat masuk sekolah ini. Sangat menyenangkan.
Baca juga: 2 Contoh Cerpen Singkat dan Jelas Berbagai Tema
Contoh cerpen hari pertama sekolah di atas merupakan salah satu cerpen yang menarik untuk dibaca dan dapat dijadikan sebagai ide dalam membuat cerita. (MRZ)
