Contoh Deskripsi Nilai Ekstrakurikuler Bulutangkis

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di sekolah, olahraga bulu tangkis dimasukkan sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler. Setiap semester akan ada penilaiannya yang dicantumkan dalam rapor. Contoh deskripsi nilai ekstrakurikuler bulutangkis perlu diketahui para guru yang bertugas mengerjakan rapor.
Penilaian ekskul berbentuk tulisan panjang yang diuraikan. Jadi, bukan hanya sekadar angka maupun simbol huruf saja seperti A, B, C atau D. Deskripsinya lebih spesifik dan jelas.
Contoh Deskripsi Nilai Ekstrakurikuler Bulutangkis untuk Dimuat dalam Rapor
Mengutip dari buku Mahir Bulu Tangkis oleh Hermawan Aksan (2012:14), bulu tangkis atau badminton adalah olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang mengambil posisi berlawanan di bidang lapangan yang dibagi dua oleh sebuah jaring (net).
Olahraga ini mulai dimasukkan ke sekolah-sekolah sebagai ekatrakurikuler untuk mengembangkan bakat siswa. Guru akan menilai kemampuan siswa dalam bermain badminton dan dimuat di dalam rapor.
Berikut ini adalah contoh deskripsi nilai ekstrakurikuler bulutangkis yang dapat dijadikan inspirasi oleh guru.
Siswa perlu belajar untuk lebih sigap dan tanggap ketika shuttlecock datang sebab siswa suka melamun yang mengakibatkan shuttlecock tidak dapat dikembalikan ke area lawan.
Siswa sangat berbakat dalam bermain bulu tangkis. Kelebihan siswa terletak pada permainan shuttlecock ketika berada di dekat net (netting). Siswa mampu memainkan emosi lawan lewat teknik netting.
Siswa sangat tidak sabaran di lapangan sehingga mengakibatkan dirinya tidak dapat mengontrol arah pukulan dengan baik. Oleh karena itu, siswa perlu belajar mengelola emosi supaya lebih jernih dalam berpikir saat bermain bulu tangkis.
Siswa kurang bisa bekerja sama dengan teman satu tim ketika bermain mode ganda. Seharusnya sebelum bertanding, ada komunikasi dengan teman satu tim mengenai di titik mana batas shuttlecock yang bisa dipukul oleh masing-masing tim agar tidak berebut shuttlecock.
Siswa sangat bagus dalam kecepatan sehingga begitu sigap dalam mengambil dan mengembalikan shuttlecock ke arah lawan. Kelebihan siswa terletak pada kemampuan smash yang bagus dan cepat sehingga tim lawan tidak dapat mengembalikan shuttlecock dan jatuh di areanya.
Lima contoh deskripsi nilai ekstrakurikuler bulutangkis di atas bisa menginspirasi para guru yang bertugas mengerjakan rapor. Isinya lebih detail dan memiliki tujuan untuk menjadikan siswa lebih baik saat bermain badminton. (IMA)
Baca juga: 2 Contoh Deskripsi Nilai Keterampilan Peserta Didik di Rapor
