Konten dari Pengguna

Contoh Kalimat Utama beserta Ciri dan Cara Menentukannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh kalimat utama. Sumber: Pexels/Aline Viana
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh kalimat utama. Sumber: Pexels/Aline Viana

Contoh kalimat utama beserta ciri dan cara menentukannya sudah mulai dipelajari di bangku Sekolah Dasar (SD). Materi ini merupakan dasar pembelajaran dalam bahasa Indonesia dalam menentukan gagasan pokok yang akan dibahas dalam sebuah paragraf.

Kalimat utama atau disebut juga kalimat pokok adalah kalimat yang di dalamnya mengandung ide pokok dari suatu paragraf yang didukung dengan kalimat-kalimat penjelas. Keberadaan kalimat ini penting karena, jika tidak ada maka isi paragraf menjadi tidak padu.

Ciri Kalimat Utama

Ilustrasi contoh kalimat utama. Sumber: Pexels/Pixabay

Dikutip dalam buku Cara Mudah menghadapi Ujian Nasional 2010 Sekolah Dasar oleh Tim Literatur Media Sukses (2010:23) dalam setiap paragraf pada sebuah karangan tentunya terdapat kalimat utama. Kalimat utama adalah kalimat yang merupakan tempat dirumuskannya gagasan utama.

Apabila paragraf tidak memiliki kalimat utama maka akan menimbulkan kebingungan dan menjadi paragraf yang tidak padu ketika dibaca. Jadi, kalimat utama menjadi dasar dalam pengembangan kalimat-kalimat lain dalam sebuah paragraf.

Adapun ciri dari kalimat utama yaitu:

  • Berdiri sendiri. Tidak terdapat kata konjungsi di bagian dalamnya seperti ini, itu, tersebut, dan lainnya. Kecuali kalimat konjungsi yang menyatakan kesimpulan.

  • Bersifat umum. Inti yang hendak disampaikan dari sebuah kalimat utama, berisikan informasi secara umum.

  • Dilengkapi dengan kalimat penjelas. Kalimat ini berfungsi untuk menjelaskan maksud dari kalimat utama. Biasanya kalimat penjelas ini dapat berupa opini, contoh, dan peristiwa dengan ilustrasi.

Cara Mencari Kalimat Utama

Ilustrasi contoh kalimat utama. Sumber: Pexels/Jess Bailey Designs

Kalimat utama letaknya bisa di awal paragraf diikuti dengan kalimat pelengkap dan bisa juga diletakkan di akhir paragraf dengan kalimat pendukung di awal paragraf. Ada pula kalimat utama yang berada di awal dan di akhir pargraf secara sekaligus.

Untuk menemukan kalimat utama, berikut terdapat cara untuk mempermudah pembaca dalam menemukan kalimat ini.

1. Temukan Kunci Utama

Jika menemukan sebuah frasa yang berisikan petunjuk, maka bisa dipastikan bahwa kalimat tersebut bukanlah berposisi sebagai bentuk kalimat utama.

Frasa itu adalah bagian penjelasan dari inti, yang memang telah dibahas pada bagian sebelumnya. Teknik terpenting yang dapat digunakan, yaitu cermat dalam membaca di setiap bagian supaya lebih mudah untuk mencarinya.

2. Carilah Kalimat Penjelasan

Perhatikan keberadaan dari setelah kalimat pertama, dan juga sebelum kalimat akhir di dalam penggalan paragraf. Bila ternyata setelah kalimat awal adalah sebuah penjelasan, maka kemungkinan itu adalah kalimat utama.

Sebaliknya, bila di awal paragraf berisikan penjelasan mengenai beberapa hal-hal khusus, maka kalimat utama terdapat di bagian akhir.

Contoh Kalimat Utama

Ilustrasi contoh kalimat utama. Sumber: Pexels/Jess Bailey Designs

Setelah mengetahui ciri dan cara menentukan kalimat utama, ketahui juga contoh kalimat utama berikut ini berdasrkan jenis kalimat utamanya.

1. Contoh pada Paragraf Deduktif

Paragraf deduktif menjelaskan hal-hal yang bersifat umum menuju hal-hal yang khusus. Contoh:

Harimau Sumatra kini makin langka. Banyak orang yang memburunya. Mereka mengincar kulit harimau untuk dijual kepada perajin kulit. Apalagi kini, habitat hewan tersebut makin lama makin menyempit karena penebangan hutan dan pertambangan.

2. Contoh pada Paragraf Induktif

Kalimat utama di paragraf induktif berada di akhir paragraf. Contoh:

Di dalam keluarga, disiplin sangat diperlukan. Kedisiplinan juga merupakan awal sebuah prestasi di sekolah. Tidak hanya itu, kedisplinan di lingkungan keluarga akan membawa dampak yang baik untuk masyarakat. Ternyata kedisiplinan sangat penting di kehidupan kita.

3. Contoh pada Paragraf Campuran

Paragraf campuran perpaduan dari paragraf deduktif-induktif sehingga polanya adalah umum-khusus-umum. Contoh:

Jarang mengonsumsi sayuran hijau tidak baik bagi kesehatan. Pertama, rentan terkena penyakit seperti menderita anemia atau kekurangan darah. Karena kurangnya serat, kita juga mudah mengalami sembelit. Ternyata, jarang mengonsumsi sayuran hijau bisa berbahaya bagi tubuh kita.

Baca juga: 50 Contoh Kalimat Minor dalam Bahasa Indonesia

Demikian 3 contoh kalimat utama beserta ciri dan cara menentukannya yang bisa pembaca ketahui. Semoga ulasan di atas dapat membantu pembaca dalam memahami materi bahasa Indonesia ini. (MRZ)