Konten dari Pengguna

Contoh Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Unsplash/Mufid Majnun
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Unsplash/Mufid Majnun

Contoh kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan di kehidupan sehari-hari merupakan bentuk pengamalan sila ke-4. Sila Pancasila ini menekankan bahwa pemerintahan berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Sila ke-4 Pancasila memiliki lambang kepala banteng warna hitam dan putih dengan latar warna merah. Lambang kepala banteng menggambarkan budaya bangsa Indonesia yang suka berkumpul, berdiskusi, dan bermufakat.

Contoh Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan

Sumber: Pixabay/WebTechExperts

Pancasila ialah ideologi negara dan dasar negara Indonesia yang termuat dalam Pembukaan UUD 1945. Kata Pancasila bersumber dari bahasa Sansekerta yang terdiri dari 2 suku kata yaitu panca yang berarti lima dan sila yang berarti dasar.

Pancasila sebagai dasar negara memuat 5 sila dengan masing-masing sila memiliki makna dan pengamalan yang dijadikan sebagai pedoman hidup. Misalnya, sila ke-4 yang berbunyi kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

Sila ke-4 memiliki simbol kepala banteng yang menjadi pedoman bagi rakyat Indonesia untuk saling bahu-membahu dan berdiskusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Dengan begitu, masyarakat akan dapat menemukan solusi atas suatu masalah.

Dikutip dalam Buku Ajar Pancasila oleh Hairul Amren Samosir S. Sos, M.Pd (2022:174-175) contoh kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan sebagai pengamalan sila ke-4 Pacasila dalam kehidupan sehari-hari yaitu:

  1. Selalu mengutamakan musyawarah untuk mencapai kesepakatan dalam menyelesaikan permasalahan.

  2. Menghargai hasil musyawarah.

  3. Menjalankan hasil musyawarah dengan sungguh-sungguh dan bertanggung jawab.

  4. Tidak memaksakan kehendak atau pendapat pada orang lain.

  5. Menghargai masukan orang lain.

  6. Berjiwa besar untuk menerima keputusan yang dihasilkan melalui musyawarah.

  7. Bekerja sama untuk mempertanggungjawabkan keputusan musyawarah.

  8. Ikut serta dalam pemilihan umum, pilpres, dan pilkada.

  9. Memberikan kepercayaan pada wakil rakyat yang dipilih.

  10. Wakil rakyat harus mampu membawa aspirasi rakyat.

  11. Menghindari hasil walk out dalam musyawarah.

Sebanyak 11 contoh kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan sebagai pengamalan sila ke-4 Pancasila di atas dapat pembaca terapkan di manapun pembaca berada. Penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari sangat bermanfaat dalam membangun hubungan sosial yang harmonis dan mencapai keadilan bagi semua individu. Hal ini penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik dan berkeadilan.(MRZ)

Baca juga: 11 Contoh Pengamalan Sila Kelima Pancasila di Lingkungan Sekolah