Contoh Khutbah Jumat Syawal Bulan Peningkatan Amal yang Menginspirasi

Ragam Info
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Khutbah merupakan bagian dalam pelaksanaan salat Jumat. Agar penyampaiannya lancar, para khatib perlu menyusun teks khutbah dengan benar sesuai tema yang akan dibawakan. Adapun salah satu tema yang dapat menjadi inspirasi, yaitu mengenai bulan Syawal. Karena itu, contoh khutbah Jumat Syawal bulan peningkatan amal dapat dicermati sebagai panduan dalam penyusunannya.
Terdapat rukun yang patut dipahami dalam memaparkan khutbah Jumat. Beberapa ketentuannya, yaitu meliputi membacakan tahmid, selawat nabi, wasiat takwa, ayat Al-Qur’an, dan doa.
Contoh Khutbah Jumat Syawal Bulan Peningkatan Amal yang Penuh Makna
Dikutip dari buku Pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMP & MTs Kelas 9: Membangun Literasi Digital Generasi Milenial (Jilid 3), Prof. Dr. Dawud, M.Pd, dkk, (2020: 26), khutbah Jumat merupakan pidato satu arah yang berisi ajaran agama. Umumnya, khutbah disampaikan di tempat ibadah.
Khutbah Jumat dapat ditulis dengan mengangkat suatu topik atau tema yang berkesan. Seperti halnya terkait dengan kemuliaan bulan Syawal.
Maka dari itu, agar tidak kesulitan dalam membuatnya, berikut ini merupakan contoh khutbah Jumat Syawal bulan peningkatan amal yang dapat disimak lebih lanjut berdasarkan buku Mutiara Khutbah Jumat: Kisah-Kisah Berhikmah Pembangun Jiwa, Ridhoul Wahidi, (2024: 24- 30).
Syawal Bulan Peningkatan Amal
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.، أَمَّا بَعْدُ
قال الله تعالى: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُم ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا
Jemaah salat Jumat yang dimuliakan Allah
Kita tak henti-hentinya memuji dan bersyukur kepada Allah Swt yang telah memberikan kita iman dan Islam. Semua pujian hanya milik Allah. Maka, marilah kita semua terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.
Keimanan berarti kita senantiasa berusaha untuk menghadirkan Allah dalam setiap situasi dan keadaan. Caranya, yaitu dengan berzikir dan melakukan segala perintah-Nya. Takwa artinya kita selalu melibatkan Allah dalam setiap masalah yang kita hadapi dengan meminta bantuan dari-Nya.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”
Jemaah Jumat rahimakumullah
Arti Syawal adalah peningkatan. Demikianlah seharusnya, diharapkan orang-orang yang beriman meraih derajat takwa dan menjadi muttaqin pasca Ramadan. Pasalnya, kualitas ibadah mencerminkan kualitas diri seseorang.
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَكُمْ
Artinya: “..Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu ialah orang yang paling bertakwa...” (QS. Al-Hujurat: 13)
Akan tetapi, yang kita lihat di masyarakat justru sebaliknya. Syawal menjadi bulan penurunan ibadah dan kualitas diri. Di antara indikatornya yang sangat jelas adalah merayakan Idulfitri dengan cara yang berlebihan, dibukanya tempat-tempat hiburan, serta bentuk kemaksiatan lainnya. Naudzubillah!
Jemaah sekalian
Fenomena itu sesungguhnya tidak mampu mengantarkan seseorang meraih derajat takwa. Seperti halnya pada hadis Nabi sebagai kaidah yang seharusnya kita perhatikan sebaik-baiknya: “Barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka celakalah ia.”
Lalu, bagaimana amal seorang muslim di bulan Syawal? sejalan dengan makna Syawal, maka harus ada peningkatan di bulan ini. Peningkatan itu tidak lain adalah berangkat dari sikap istikamah, menetapi agama Allah, dan berjalan lurus di atas ajarannya.
فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Artinya: "Maka istikamahlah kamu, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah bertobat dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (QS. Hud: 112)
Bentuk sikap istikamah ini dalam amal adalah dengan mengerjakannya secara kontinyu/terus-menerus.
إِنَّ أَحَبَّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ مَا دَامَ وَإِنْ قَلَّ
Artinya: "Sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah adalah yang terus menerus (kontinyu) meskipun sedikit." (HR. Bukhari dan Muslim)
Maka amal-amal yang telah dibiasakan di bulan Ramadan, hendaknya tetap dipertahankan selama bulan Syawal dan bulan-bulan berikutnya.
Jemaah yang berbahagia
Memang tidak banyak amal khusus di bulan Syawal dibandingkan bulan-bulan lainnya. Akan tetapi, Allah telah memberikan kesempatan berupa satu amal khusus di bulan ini berupa puasa Syawal. Ini juga bisa dimaknai sebagai media untuk meningkatkan ibadah dan kualitas diri di bulan Syawal.
Keistimewaan puasa sunah adalah akan diganjar dengan pahala satu tahun. Hal ini sesuai pada hadis, sebagaimana Rasulullah saw bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِنَّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya: "Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadan, kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun." (HR. Muslim).
Jemaah Jumat yang dirahmati Allah
Penurunan amal di bulan Syawal adalah hal yang seharusnya dihindari. Bulan ini sudah sepantasnya menjadi bulan peningkatan yang luar biasa setelah Ramadan.
Demikianlah khotbah ini disampaikan. Semoga bisa menjadi motivasi bagi kita semua untuk menjadikan bulan Syawal lebih berarti dan penuh berkah Ilahi. Amin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Itu dia contoh khutbah Jumat Syawal bulan peningkatan amal yang bermakna. Adanya contoh di atas dapat dijadikan sebagai sumber referensi bagi pembaca dalam menyusun teks khutbah yang mampu memotivasi semangat beribadah para jemaah. Semoga membantu! (Riyana)
Baca Juga: Ketahui Fungsi Teks Narasi Cerita Inspiratif
