Contoh Kloning Transfer Inti dalam Genetika

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ilmu genetika, menggandakan jumlah makhluk hidup dapat dilakukan dengan kloning transfer inti. Adapun contoh kloning transfer inti dapat terjadi pada domba yang akan diperbanyak jumlahnya.
Teknologi tersebut mampu membuat domba sama persis dengan induknya. Sehingga harus benar-benar dipilih domba mana yang memiliki sifat baik. Nantinya sifat-sifat baik yang diinginkan tersebut dapat diturunkan ke keturunan yang baru.
Contoh Kloning Transfer Inti
Mengutip dari buku Biologi Umum untuk Mahasiswa, Hafidha Asni Akmalia, M.Sc., Dwimei Ayudewandari Pranatami, M.Sc. (hal. 223), kloning transfer inti adalah upaya untuk memindahkan inti sel dari sel pendonor ke sel penerima demi mendapatkan sifat dan jenis kelamin yang sama dengan induknya.
Tentunya terdapat serangkaian prosedur ketat yang harus diikuti agar metode kloning berhasil. Hal yang patut diprioritaskan dalam melakukan kloning adalah kebersihan dan kondisi steril selama perlakuan. Tujuannya agar upaya kloning sukses menghasilkan individu baru sesuai harapan.
Contoh kloning transfer inti pertama kali dilakukan oleh peneliti dari Scotlandia bernama Ian Wilmu. Peneliti berhasil menemukan penemuan fenomenal dengan kloning transfer inti pada seekor domba.
Domba yang dijadikan bahan percobaan kloning transfer inti adalah domba Dolly. Adapun tahapan tenik kloning ini dilakukan dengan cara berikut ini.
Domba pendonor dihilangkan inti selnya dari sel telur dalam tubuhnya.
Setelah itu, sel tanpa inti ditransfer ke dalam sel tubuh memakai aliran arus listrik. Sel pada percobaan Ian Wilmu ini menggunakan sel kelenjar susu.
Disediakan media kultur jaringan hewan untuk menumbuhkan sel yang akan dikloning.
Dilihat perkembangan selnya apakah sudah menyatu dan membelah menjadi embrio. Apabila sudah berkembang menjadi embrio, maka siap ditanam dalam rahim domba penerima donor.
Akan dihasilkan anakan domba yang jenis kelamin, sifat, dan bentuknya sama persis dengan domba pendonor inti sel tadi.
Contoh kloning transfer inti di atas sudah benar-benar terjadi pada masa awal penemuan fenomenalnya. Saat ini, metode ini dipakai hanya pada hewan saja karena penggunaannya pada manusia dianggap sebagai pelanggaran kode etik genetika. (IMA)
Baca juga: Pengertian DNA dan Gen beserta Fungsinya dalam Biologi
