Contoh Modul Ajar Deep Learning untuk Mengasah Pembelajaran Mendalam

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam konteks pendidikan, deep learning berfokus pada pengalaman belajar yang bermakna, disadari, dan menyenangkan, serta melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Contoh Modul Ajar Deep Learning dibutuhkan agar siswa menjadi lebih kreatif dan mampu berpikir kritis serta reflektif.
Dikutip dari buku Membangun Karakter : Pembelajaran Sosio Emosional, Ketut Susiani (2024:81), pembelajaran sosial dan emosional membekali anak dengan kemampuan untuk memahami dan mengekspresikan emosinya secara sehat, serta membangun hubungan interpersonal yang positif.
Contoh Modul Ajar Deep Learning Agar Siswa Lebih Kritis dan Reflektif
Deep learning adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemahaman konsep secara mendalam dan penguasaan kompetensi yang lebih luas, bukan sekadar menghafal informasi.
Deep learning juga dapat diartikan sebagai metode pembelajaran yang berorientasi pada pemecahan masalah, pengembangan keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan.
Pendekatan ini mendorong siswa untuk aktif mencari informasi, mengajukan pertanyaan, dan terlibat dalam proses pembelajaran secara mendalam.
Berikut ini contoh Modul Ajar Deep Learning untuk Pendidikan Agama Islam kelas 5 SD dengan topik puasa yang dapat dijadikan bahan referensi.
1. Kegiatan Pembelajaran
Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa. (Mindful Learning: Menciptakan suasana tenang dan fokus)
Guru melakukan apersepsi dengan mengaitkan materi sebelumnya tentang rukun Islam dan pentingnya ibadah.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberikan gambaran umum tentang kegiatan pembelajaran berbasis masalah yang akan dilakukan.
Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk menstimulasi pemikiran peserta didik tentang puasa. (Meaningful Learning: Mengaitkan dengan pengalaman dan memunculkan relevansi)
2. Orientasi Siswa Pada Masalah
Guru menyajikan sebuah skenario atau permasalahan yang berkaitan dengan ibadah puasa, misalnya:
"Bayangkan teman kalian merasa sangat lapar dan haus saat berpuasa di sekolah. Ia
"Ada seorang anak kecil yang ingin ikut berpuasa seperti orang dewasa, tetapi ia merasa sangat lemas. Apakah ia wajib berpuasa?"
"Seseorang tidak sengaja makan dan minum saat berpuasa karena lupa. Apakah puasanya batal?"
Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok.
Setiap kelompok mengidentifikasi masalah utama dalam skenario yang diberikan. (Meaningful Learning: Mengidentifikasi permasalahan nyata dan relevan)
3. Mengorganisasi Siswa untuk Belajar
Setiap kelompok berdiskusi dan mengorganisasikan tugas anggota untuk mencari informasi terkait masalah yang dihadapi.
Guru memfasilitasi peserta didik dalam merumuskan pertanyaan - pertanyaan penelitian yang relevan dengan masalah, misalnya:
Apa saja syarat wajib puasa bagi seorang muslim?
Apa saja syarat sah ibadah puasa?
Hal-hal apa saja yang dapat membatalkan ibadah puasa?
Apa hikmah dari ibadah puasa? (Joyful Learning: Memberikan kesempatan untuk merumuskan pertanyaan sendiri)
4. Membimbing Penyelidikan
Peserta didik secara berkelompok mencari informasi dari berbagai sumber (buku pelajaran, artikel, video pendidikan, atau bertanya kepada guru) untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian mereka.
Guru membimbing dan memantau proses penyelidikan setiap kelompok, memberikan arahan dan bantuan jika diperlukan. (Mindful Learning: Kehadiran guru sebagai fasilitator yang mendukung proses belajar).
5. Mengembangkan dan Menyajikan Hasil
Setiap kelompok menyusun hasil penyelidikan mereka dalam bentuk laporan tertulis, presentasi visual (poster, slide), atau drama singkat yang menggambarkan solusi dari masalah yang diberikan.
Setiap kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka di depan kelas. (Meaningful Learning: Mengembangkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi).
6. Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah
Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk menganalisis dan mengevaluasi solusi yang diajukan oleh setiap kelompok.
Peserta didik memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi kelompok lain.
Guru memberikan penguatan dan meluruskan pemahaman yang kurang tepat. (Mindful Learning: Merenungkan proses belajar dan mengevaluasi solusi).
Contoh Modul Ajar Deep Learning dapat membantu tenaga pendidik untuk mendorong siswa agar menjadi lebih kreatif dan mampu berpikir kritis serta reflektif. (EA)
Baca juga: Perangkat Pembelajaran Kelas 3 SD Kurikulum Merdeka
