Contoh Nomor TIN dalam Pajak yang Benar

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

TIN termasuk nomor penting dalam proses tata kelola pajak. Oleh sebab itu, agar dapat mengidentifikasi nomor tersebut secara tepat, maka contoh nomor TIN menjadi informasi yang menarik untuk dipelajari.
TIN merupakan kepanjangan dari tax identification number (nomor identifikasi pajak). Di Indonesia, istilah TIN lebih akrab disebut dengan nomor pokok wajib pajak (NPWP). Adapun untuk jenisnya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu TIN untuk perseorangan dan badan usaha.
Contoh Nomor TIN dalam Pajak yang Benar
Berdasarkan buku The Expat’s Guide to Indonesia Taxation, Suharno, (2022: 23), TIN adalah nomor yang diberikan kepada wajib pajak sebagai sarana administrasi perpajakan. Fungsinya, yaitu sebagai tanda pengenal maupun identitas pribadi seseorang dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.
Selain itu, kepemilikan nomor identifikasi pajak (TIN) juga mempunyai beragam manfaat lain. Salah satunya, yaitu sebagai syarat pengajuan pinjaman bank atau leasing ke lembaga keuangan nonbank.
Dalam hal ini, tax identification number memiliki digit angka yang berbeda dengan jenis nomor lainnya. Hal tersebut perlu dicermati agar pembaca dapat memastikan pelaporan pajak tercatat di sistem perpajakan dengan benar. Untuk lebih jelasnya, contoh nomor TIN dalam pajak adalah sebagai berikut.
Contoh:
23.111.444.6-888.000
Keterangan:
Pada dasarnya, tax identification number memiliki rangkaian angka ataupun huruf sesuai dengan ketentuan dari masing-masing negara. Misalnya, untuk nomor TIN Indonesia terdiri dari 15 digit angka.
Setiap unit angka pada nomor identifikasi pajak memilki makna tertentu. Seperti halnya pada 9 digit pertama nomor TIN/NPWP memuat identitas wajib pajak, contohnya pada digit 23.111.444.6.
Kode Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dituliskan dalam 3 digit angka setelah nomor identitas wajib pajak.
Dari contoh di atas dapat diamati terdapat 3 digit angka terakhir yang menyatakan status dari wajib pajak. Digit 000 menandakan kode pusat/tinggal. Sementara angka selain itu menunjukkan urutan cabang.
Itu tadi contoh nomor TIN (tax identification number) yang perlu diketahui. Setelah memahami informasi di atas, pembaca dapat lebih mudah mengenali nomor TIN yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi perpajakan. Semoga membantu! (Riyana)
Baca Juga: 5 Contoh Pajak Daerah Berdasarkan Undang-Undang
