Konten dari Pengguna

Contoh Pengalaman Ketika Bersilaturahmi ke Saudara ataupun Tetangga Saat Lebaran

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh pengalaman ketika bersilaturahmi ke saudara ataupun tetangga. Sumber: unsplash.com/AldinNasrun.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh pengalaman ketika bersilaturahmi ke saudara ataupun tetangga. Sumber: unsplash.com/AldinNasrun.

Contoh pengalaman ketika bersilaturahmi ke saudara ataupun tetangga yang dialami tiap orang berbeda-beda. Ada yang lucu atau mengharukan, tapi ada pula yang mengecewakan.

Ada baiknya silaturahmi sering dilakukan. Namun karena kesibukan bekerja atau sekolah, umumnya silaturahmi dilakukan di hari libur, terutama Lebaran.

Contoh Pengalaman Ketika Bersilaturahmi ke Saudara ataupun Tetangga

Ilustrasi contoh pengalaman ketika bersilaturahmi ke saudara ataupun tetangga. Sumber: unsplash.com/MufidMajnun.

Dikutip dari Menelisik Hakikat Silaturahmi, Nasaruddin Umar (2021:4), konsep silaturahmi dalam Al-Qur'an dan yang dipraktikkan Rasulullah tidak terbatas dengan umat Islam saja, melainkan juga dengan seluruh makhluk makrokosmos, mikrokosmos dan spiritual.

Karena itu, umat Islam wajib menjalin hubungan baik dengan saudara, teman dan tetangga tanpa pandang bulu.

Berikut adalah contoh pengalaman ketika bersilaturahmi ke saudara ataupun tetangga.

1. Sok Tahu

Lebaran lalu merupakan kesempatan pertama Arni bertemu keluarga besar Anwar, sang kekasih. Arni bertekad untuk tampil seramah mungkin.

Ketika tiba, Anwar meminta Arni menunggu di ruang tamu sementara dia memanggil keluarganya yang sibuk menyiapkan sajian di ruang makan. Tak lama, datanglah seorang wanita Tionghoa yang membawa beberapa bungkus kain batik yang bagus.

"Wah, bagus-bagus, Cik. Berapa harganya?"

Wanita itu tampak bingung.

Anwar yang memerhatikan dari jauh buru-buru mendekat dan berbisik pada Arni.

"Itu sepupuku. Papahnya memang orang Tionghoa dan dia bukan mau jualan batik. Itu oleh-oleh mudik Lebaran."

2. Silaturahmi ala Eyang

Era digital membuat cara bersilaturahmi berubah. Orang tak lagi memaksakan diri untuk bertemu. Bahkan sedikit berusaha pun tak mau. Buat apa capek-capek kalau bisa berbicara melalui video call?

Bagi eyang, video call itu sama saja dengan telepon, yaitu untuk membicarakan hal-hal yang penting saja. Tidak sama dengan silaturahmi. Silaturahmi itu harus bertemu, lalu dijamu dengan teh hangat dan cemilan.

Maka Lebaran kali ini keluarga Sudirham berjibaku melawan macet untuk menyenangkan hati eyang. Kabarnya, eyang akan menyiapkan hidangan ketupat lengkap dan memanen mangga untuk dijadikan oleh-oleh.

3. Kecelakaan dalam Silaturahmi

Heda menggerutu karena pagi-pagi sekali di waktu cuti bersama Lebaran, bosnya mengajak karyawan satu departemen bersilaturahmi secara daring.

Heda menarik kursi mendekati kasur, lalu meletakkan laptop di kursi tersebut. Link percakapan dibuka dan diatur agar hanya menampilkan foto. Lalu Heda melanjutkan tidur.

Tak lama kemudian telepon berdering terus-menerus. Siska berteriak-teriak panik begitu telepon diangkat. Saat itulah Heda menyadari pengaturan yang dilakukannya salah sehingga semua hadirin melihatnya tidur mengorok.

Baca juga: 4 Rangkaian Acara Halal Bihalal Idulfitri 2024

Contoh pengalaman ketika bersilaturahmi ke saudara ataupun tetangga merupakan salah satu warna kehidupan. Silaturahmi penting untuk diusahakan bagaimanapun bentuknya. (lus)