Contoh Penilaian Formatif dan Sumatif beserta Perbedaannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh penilaian formatif dan sumatif selalu diterapkan dalam pembelajaran. Penilaian ini memberikan gambaran menyeluruh tentang pemahaman dan kemajuan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.
Pada dasarnya penilaian formatif dan sumatif tidak hanya mengukur kemampuan siswa, namun juga mengevaluasi dan membantu guru menyusun strategi pembelajaran yang efektif.
Contoh Penilaian Formatif dan Sumatif
Dalam dunia pendidikan, kombinasi penilaian formatif dan sumatif dalam modul ajar memberikan keuntungan bagi pengajar maupun peserta didik. Penilaian formatif memberikan kesempatan untuk perbaikan sepanjang pembelajaran, sedangkan penilaian sumatif memberikan gambaran akhir yang dapat dijadikan sebagai dasar evaluasi secara keseluruhan.
Dengan demikian, modul ajar yang efektif harus dirancang dan mempertimbangkan seimbangnya kedua bentuk penilaian tersebut. Hal ini bertujuan untuk mendukung pemahaman menyeluruh dan mengembangkan peserta didik dalam suatu mata pelajaran dan keterampilan tertentu.
Adapun informasi dan contoh penilaian formatif dan sumatif yang dapat dipahami dengan baik sebagai berikut.
1. Penilaian Formatif
Dikutip dari buku Pembelajaran SD Berbasis Teknologi Digital oleh Prof. Drs. Yalvema Miaz, dkk. (2020:57), penilaian formatif adalah penilaian yang dilaksanakan guru pada saat berlangsungnya proses pembelajaran untuk melihat tingkat keberhasilan proses belajar mengajar itu sendiri.
Penilaian ini berorientasi kepada proses belajar-mengajar untuk memperbaiki program pengajaran dan strategi pelaksanaannya. Berikut ini contoh penilaian formatif.
Observasi Guru
Guru dapat mengamati interaksi dan partisipasi siswa selama pembelajaran. Observasi ini dapat membantu guru memberikan umpan balik langsung kepada siswa tentang tingkat pemahaman mereka dan memberikan bimbingan yang diperlukan.
Diskusi Kelompok
Guru dapat mengatur diskusi kelompok kecil, di mana para siswa memiliki kesempatan untuk berbagi pemikiran, pengalaman, bertukar ide, dan saling mengajar satu sama lain.
Tugas
Siswa dapat diberi tugas tertentu yang dapat mendorong pemahaman dan refleksi mereka tentang materi pelajaran yang disampaikan oleh guru. Tujuannya untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang baru saja dipelajari.
2. Penilaian Sumatif
Penilaian sumatif adalah penilaian yang dilaksanakan setelah sekumpulan program pelajaran selesai diberikan oleh guru. Dengan kata lain, penilaian sumatif dilaksanakan setelah seluruh unit pelajaran selesai diajarkan.
Tujuannya utamanya untuk menentukan nilai yang melambangkan keberhasilan peserta didik setelah mereka menempuh program pengajaran dalam jangka waktu tertentu. Contoh penilaian sumatif bisa dipahami sebagai berikut.
Ulangan Harian
Salah satu penilaian sumatif yang dilakukan oleh guru ialah penilaian ulangan harian. Nilai ulangan ini diambil setelah siswa selesai mempelajari bab pada mata pelajaran tertentu.
Nilai tersebut sering dilakukan akumulasi setelah mencapai semester akhir pembelajaran. Adanya ulangan harian dapat membantu guru melihat perkembangan siswa setiap akhir materi pembelajaran.
Proyek Akhir
Siswa dapat diminta untuk membuat proyek akhir yang mencerminkan pemahaman mereka tentang materi yang telah diajarkan oleh guru. Hal ini bertujuan untuk menilai sejauh mana siswa mampu mengaplikasikan konsep yang telah dipelajari tersebut.
Ujian Akhir Semester (UAS)
Ujian Akhir Semester atau yang lebih dikenal dengan sebutan UAS adalah penilaian berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh siswa selama satu semester.
Perbedaan Penilaian Formatif dan Sumatif
Pada dasarnya penilaian formatif dan sumatif memiliki perbedaan yang sangat mudah untuk diketahui. Adapun beberapa perbedaan dari kedua penilaian tersebut bisa diketahui sebagai berikut.
1. Waktu Pelaksanaan
Umumnya, penilaian formatif dilakukan ketika proses pembelajaran suatu bab atau kompetensi berlangsung. Penilaian ini bisa dilakukan dari awal hingga akhir pembelajaran. Lain halnya dengan penilaian sumatif yang cenderung dilakukan di akhir pembelajaran.
2. Hasil Penilaian
Hasil dari penilaian formatif tidak bisa menentukan nilai rapor atau keputusan penting lainnya. Berbeda dengan penilaian sumatif yang justru menentukan hal-hal tersebut.
Contoh penilaian formatif dan sumatif dapat digabungkan untuk penilaian peserta didik selama proses belajar-mengajar berlangsung. Hal ini mempermudah guru dalam memberikan gambaran menyeluruh tentang pemahaman dari peserta didik. (NTA)
Baca juga: Fungsi Asesmen Sumatif bagi Guru dan Contohnya
