Konten dari Pengguna

Contoh Purposive Sampling dan Pengertiannya dalam Metodologi Penelitian

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Purposive Sampling. Sumber: Pexels/Christina Morillo
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Purposive Sampling. Sumber: Pexels/Christina Morillo

Ketika mempelajari metodologi penelitian, maka contoh purposive sampling menjadi salah satu materi yang harus dikuasai. Hal ini karena berkaitan dengan teknik penentuan sampel.

Sampel sangat penting dalam penelitian kuantitatif untuk jumlah dan kualitas. Teknik yang dilakukan dalam pengambilan sampel ini harus disesuaikan dengan jenis penelitian yang diambil.

Contoh Purposive Sampling

Ilustrasi Contoh Purposive Sampling. Sumber: Pexels/Startup Stock Photos

Purposive sampling termasuk dalam kategori non probality sampling yakni pengujian yang tidaj memberikan keterbukaan yang setara bagi setiap individu yang dipilih.

Menurut buku Metode Penelitian Pendidikan, Yayat Suharyat (2022:88), purposive sampling adalah prosedur pengujian dengan perenungan tertentu (bertujuan).

Unit sampel dihubungi disesuaikan dengan kriteria-kriteria tertentu berdasarkan tujuan penelitian. Metode penelitian ini cocok digunakan untuk eksplorasi subjektif yang tidak meringkas. Berikut ini adalah contoh purposive sampling.

Contoh 1

Mahasiswa meneliti perusahaan yang tergabung dalam Indeks perusahaan LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kriterianya adalah:

  1. Perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam indeks LQ45 periode 2015-2019.

  2. Mempublikasikan Annual Report secara lengkap dan berturut-turut tahun 2015-2019.

  3. Perusahaan-perusahaan yang menggunakan laporan keuangan dalam satuan mata uang Rupiah periode 2015-2019.

Contoh 2

Mahasiswa meneliti tentang upacara Ngusaba Dalem.

Kriterianya adalah:

  1. Orang-orang yang memiliki keahlian dan penguasaan sejarah tentang adat.

  2. Tokoh masyarakat yang dianggao mengetahui tentang pelaksanaan upacara Ngusaba Dalem.

  3. Masyarakat yang hadir dalam upacara Ngusaba Dalem.

Contoh 3

Penelitian pemetaan dan pengembangan kompetensi mata pelajaran yang diujikan di DIY dan Jawa Tengah.

Kriterianya adalah:

  1. SMA dengan hasil Ujian Nasional tingi di setiap kabupaten dan kota.

  2. SMA dengan hasil Ujian Nasional sedang.

  3. SMA dengan hasil Ujian Nasional rendah.

  4. Perilaku, program, tindakan guru mata pelajaran yang diujikan.

Contoh 4

Penelitian terhadap fascioliasis pada sapi.

Kriterianya adalah:

  1. Hewan yang menunjukkan gejala klinis dan penyakit yang disidik.

  2. Wilayah yang ditetapkan untuk pengambilan sampel.

Baca Juga: 3 Contoh Instrumen Penelitian Kuantitatif

Jadi, contoh purposive sampling digunakan untuk mempermudah peneliti mengambil sampel. Hal tersebut karena telah ditentukan kriteria-kriteria khusus yang ditetapkan sebelum pengambilan sampel. (DVA)