Contoh Sikap Radikalisme pada Masyarakat Indonesia

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada era globalisasi sekarang banyak bermunculan sikap radikalisme yang dapat mengancam negara Indonesia. Hal itu jadi ancaman karena sering dikaitkan dengan tindakan ekstrem untuk perubahan sosial secara instan. Sehingga penting mengetahui contoh sikap radikalisme yang bisa saja terjadi pada masyarakat Indonesia.
Dengan mengetahui sikap tersebut, maka dapat membatasi diri sendiri untuk tidak mengikuti atau bergabung dengan orang-orang yang memiliki sikap radikalisme. Karena sering kali sikap tersebut melakukan berbagai cara kekerasan atau membahayakan orang lain.
Pengertian Radikalisme
Dikutip dari buku Ahistorisitas Penafsiran dan Radikalisme Islam, Ahlam (2014:15), radikalisme merupakan aliran yang mengharapkan perubahan sosial dan juga politik melalui cara yang drastis dan kekerasan. Selain itu dikenal juga sebagai sistem ekstrem pada satu aliran politik tertentu.
Para penganut radikalisme tidak segan-segan memakai berbagai cara kekerasan dalam mewujudkan keinginannya. Apabila dikaitkan dengan bidang sosial dan politik, radikalisme mempunyai arti sebagai paham yang ingin adanya perombakan sistem masyarakat sampai ke akarnya.
Sementara apabila dikaitkan dengan ranah keagamaan, radikalisme memiliki arti bahwa gerakan yang berusaha untuk melakukan perombakan total tatanan sosial dengan cara kekerasan. Sehingga para panganut radikalisme sama-sama menginginkan perubahan tatanan yang ada.
Beberapa penyebab adanya kemunculan radikalisme tersebut di antaranya, yaitu faktor politik-sosial, mosi keagamaan, kultural terhadap budaya sekularisme, ideologi anti westernisme, dan kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Contoh Sikap Radikalisme
Contoh sikap radikalisme pada masyarakat Indonesia sudah banyak terjadi tanpa disadari oleh orang-orang di sekitarnya. Agar lebih memahami mengenai sikap radikalisme, berikut beberapa contoh dari sikap tersebut.
Melakukan klaim kebenaran tunggal dan menyesatkan kelompok lain yang tidak memiliki pendapat sama. Di mana klaim tersebut seakan-akan kelompok ini adalah orang yang suci dan tidak pernah bertindak melakukan kesalahan.
Mempersulit tata cara ajaran agama Islam yang telah dianut. Orang yang bersikap tersebut akan cenderung memahami hukum sunah seakan menjadi hukum wajib, sedangkan makruh seakan haram ataupun sebaliknya. Sehingga lebih mengutamakan persoalan sekunder dan mengesampingkan persoalan primer.
Bersikap berlebihan dalam melakukan ritual agama dan tidak dilakukan pada tempatnya. Seperti melakukan dakwah islam yang mengabaikan metode “Bi al-hikmah”, sehingga menjadikan umat Islam yang masih awam akan merasa takut dan keberatan.
Bersikap mutlak dalam melakukan interaksi dengan siapapun dan berbicara selalu keras terutama tentang apa yang diyakininya. Selain itu selalu bersikap emosional dalam melakukan penyampaian pendapat tertentu ataupun berdakwah.
Bersikap mengkafirkan seeseorang atupun kelompok lain yang tidak memiliki pendapat sama.
Baca Juga: 3 Contoh Tantangan Internal dalam Menjaga Keutuhan NKRI
Pada dasarnya contoh sikap radikalisme berkaitan erat dengan sikap-sikap yang ingin melakukan perubahan. Namun cara yang digunakan dianggap salah karena adanya unsur kekerasan yang dapat merugikan orang lain di sekitarnya. (PAM)
