Konten dari Pengguna

Contoh Skenario Praktik Segitiga Restitusi

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh skenario praktik segitiga restitusi. Sumber foto: Unplash/Adam Winger
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh skenario praktik segitiga restitusi. Sumber foto: Unplash/Adam Winger

Contoh skenario praktik segitiga restitusi penting untuk dipahami oleh guru. Pasalnya restitusi membantu murid menjadi lebih memiliki tujuan, disiplin positif, dan memulihkan dirinya setelah berbuat salah.

Dengan pendekatan ini, murid yang berbuat salah akan diajak refleksi oleh guru. Nantinya guru akan bertanya kepada murid tentang hal yang dapat mereka lakukan untuk memperbaiki kesalahan mereka sehingga mereka menjadi pribadi lebih baik dan menghargai dirinya sendiri.

Contoh Skenario Praktik Segitiga Restitusi di Lingkungan Sekolah

Ilustrasi contoh skenario praktik segitiga restitusi. Sumber foto: Unplash/Jonathan Borba

Dikutip dari buku Bunga Rampai: Paradigma Merdeka Belajar dan Pembelajaran Bahasa Jerman Pascapandemi terbitan Yayasan Pustaka Obor Indonesia (2024:128—129), segitiga restitusi adalah sebuah strategi yang dapat dilakukan sebagai proses menciptakan kondisi menuntun siswa untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan.

Dengan penerapan segitiga restitusi, siswa diharapkan bisa kembali ke kelompok mereka dalam kondisi sudah memiliki karakter yang kuat dan memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan. Tak hanya itu saja, penerapan segitiga restitusi mampu mengurangi praktik memberikan hukuman, menghakimi bahkan pemberian imbalan bagi peserta didik. Adapun contoh skenario praktik segitiga restitusi di sekolah bisa diketahui sebagai berikut.

Skenario Kasus Anak Rajin Membolos pada Jam Pelajaran Bahasa Inggris

Sebelum jam pelajaran bahasa Inggris, Ahmad meminta izin ke ketua kelas akan pergi ke kamar mandi. Sampai jam pelajaran bahasa Indonesia selesai, Ahmad tidak kunjung kembali ke kelas.

Menurut informasi dari teman-temannya, Ahmad membolos pada jam mata pelajaran bahasa Inggris karena dirinya belum membuat recount text yang diberikan seminggu yang lalu. Bu Alita selaku guru pengampu mata pelajaran bahasa Inggris kelas X MIPA 2, melaporkan tindakan Ahmad tersebut kepada Bu Ani sekalu wali murid kelas X MIPA 2.

Ketika istirahat kedua, Bu Ani memanggil Ahmad ke ruang guru untuk menanyakan permasalahan tersebut kepada dirinya.

Ahmad: "Assalamu'alaikum Bu Ani."

Bu Ani: "Wa'alaikumsalam. Silakan duduk nak. Apakah kamu baik-baik saja nak Ahamd?"

Ahmad: "Alhamdulilah saya baik-baik saja Bu."

Bu Ani: "Alasan Bu Ani memanggil kamu menemui saya di ruang guru karena tadi saya mendapatkan laporan dari Bu Alita selaku guru bahasa Inggris kelas X MIPA 2. Bahwasanya tadi Ahmad sengaja membolos ada jam beliau. Kalau boleh tau kenapa kamu membolos Ahmad? Setahu Ibu kamu anak yang rajin dan jarang sekali membolos."

Ahmad: "Sebelumnya saya minta maaf Bu. Tadi waktu jam mata pelajaran bahasa Inggris saya izin ke toilet, namun setelah ke toilet saya pergi ke perpustakaan. Saya memutuskan tidak kembali ke kelas karena belum mengerjakan tugas membuat recount text Bu."

Bu Ani: "Tidak apa-apa Ahmad. Jika kamu membuat kesalahan seperti ini, tentu saja kamu memiliki alasan. Apakah Ibu boleh tau alasannya mengapa kamu lupa mengerjakan tugas dari Bu Alita?"

Ahamd:"Lima hari yang lalu, ayah saya dibawa ke rumah sakit Bu. Saya menjaga ayah bersama Ibu saya. Setiap pagi saya pulang ke rumah dan langsung berangkat ke sekolah karena Ibu saya harus segera menjaga ayah saya lagi. Jadi saya tidak ada waktu untuk mengerjakan tugas."

Bu Ani: "Ibu turut prihatin atas masalah yang menimpa kamu dan sekeluarga. Baiklah Ahmad, Ibu disini tidak akan menyalahkan kamu, karena kamu memang lagi ada masalah. Namun, tindakan yang kamu lakukan dengan membolos ke perpustakaan tentu saja tidak benar. Ibu disini ingin mencari penyelesaian bersama, berpikir bersama tentang apa yang Ahmad bisa lakukan untuk memperbaiki situasi ini? Bukankah kamu sekolah untuk belajar untuk masa depan kamu? Jika kamu membolos tentu akan merugikan diri kamu sendiri, benar tidak Ahmad?"

Ahmad: "Benar Bu."

Bu Ani: "Menurut kamu, apakah yang kamu lakukan tadi sudah sesuai dengan keyakinan kelas kita, Ahmad?"

Ahmad: "Tidak sesuai Bu. Karena saya tidak bertanggungjawab terhadap tugas saya. Saya tidak memaksimalkan batas akhir tugas dengan baik."

Bu Ani: "Apakah Ahmad bersedia memperbaikinya sekarang?"

Ahmad: "Iya Bu. Saya bersedia memperbaiki kesalahan yang telah saya perbuat."

Bu Ani: "Ibu sangat senang mendengarnya. Mari kita mengindahkan keyakinan kelas Ahmad yang telah disepakati bersama-sama, mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh guru sesuai batas waktu yang telah ditentukan. Nah, apa yang akan Ahmad lakukan untuk memperbaiki kesalahan yang telah kamu perbuat?"

Ahmad: "Saya akan meminta maaf kepada Bu Alita selaku guru pengampu mata pelajaran bahasa Inggris dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Tak hanya itu saja, saya akan segera mengerjakan tugas membuat recount text yang telah diberikan sejak seminggu yang lalu. Insyaallah kedepannya saya tidak akan menunda-nunda untuk mengerjakan tugas lagi Bu."

Ahmad: "Alhamdulilah. Terima kasih ya nak karena kamu mau belajar dari kesalahan. Semoga ayah kamu segera sembuh ya. Semoga kamu menjadi anak yang sukses ya! Aamiin."

Ahmad:"Aamiin. Terima kasih doa baiknya Bu."

Bu Ani: "Sekarang Ahmad boleh kembali ke kelas."

Ahmad: "Baik bu. Assalamualaikum."

Bu Ani: "Wa'alaikumsalam."

Demikianlah penjelasan mengenai contoh skenario praktik segitiga restitusi. Adanya praktik ini membantu murid menjadi lebih memiliki tujuan, disiplin, positif, dan memperbaiki kesalahan yang telah diperbuatnya. (NTA)

Baca juga: Contoh Susunan Acara Pelantikan OSIS SMA