Konten dari Pengguna

Contoh Zat Campuran beserta Pengertian, Jenis-Jenis, dan Sifatnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Zat Campuran | Sumber: Unsplash/Drew Jemmett
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Zat Campuran | Sumber: Unsplash/Drew Jemmett

Semua benda yang ada di sekitar tersusun dari zat. Berdasarkan unsur yang menyusunnya, zat dikategorikan menjadi dua jenis, yakni zat tunggal dan campuran. Apa saja contoh zat campuran? Sebelum bisa menjawab pertanyaan tersebut, tentunya harus memahami apa itu zat campuran.

Selain itu, terdapat jenis dan sifat zat campuran yang bisa dipelajari. Dengan memahami semua hal tersebut, orang akan bisa membedakan zat tunggal dengan zat campuran secara mudah.

Pengertian dan Contoh Zat Campuran

Ilustrasi Contoh Zat Campuran | Sumber: Unsplash/Kobby Mendez

Dikutip dari Super Complete Kelas 4, 5, 6 SD/MI, Mudikawaty, dkk (2018:317), segala benda di alam adalah materi. Materi dibagi menjadi wujud padat, cair, dan gas. Sedangkan, zat adalah sesuatu yang tersusun dari materi. Zat dibagi menjadi zat tunggal dan campuran.

Zat tunggal merupakan zat yang tersusun dari suatu materi dan bersifat tidak bisa diuraikan lagi. Adapun zat campuran merupakan zat yang terdiri dari beberapa jenis materi atau zat tunggal yang masih membawa sifat-sifat zat penyusunnya.

Surdijani dalam Persiapan UN Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs (2006:225) menjelaskan bahwa zat campuran merupakan zat yang terdiri dari beberapa unsur atau senyawa yang masih memiliki sifat asalnya dan tanpa melalui reaksi kimia. Beberapa contoh zat campuran sebagai berikut:

  • Teh manis yang terdiri atas air, teh, dan gula.

  • Tanah yang terdiri atas batu, pasir, dan sisa tumbuhan.

  • Darah yang terdiri atas air dan sel darah merah.

Jenis-Jenis dan Sifat Zat Campuran

Ilustrasi Contoh Zat Campuran | Sumber: Unsplash/Eilis Garvey

Zat campuran dibagi menjadi campuran homogen dan campuran heterogen. Campuran homogen adalah jenis campuran yang zat penyusunnya telah tercampur secara sempurna sehingga sudah tidak dapat dibedakan lagi. Contohnya adalah air sirop, larutan garam, dan udara.

Campuran homogen dapat dikenali dari ciri-ciri berikut:

  • Terdiri dari zat terlarut dan pelarut.

  • Tidak bisa disaring.

  • Tidak ditemukan lapisan (komponen padat dan cair tidak terpisah)

Adapun campuran heterogen adalah jenis campuran yang zat penyusunnya tidak tercampur secara sempurna sehingga masih bisa dibedakan. Contohnya adalah campuran air dengan pasir, air dengan tepung beras, santan, dan sebagainya.

Untuk membedakan dengan zat tunggal, berikut adalah sifat zat campuran yang bisa dipelajari:

  • Tersusun atas dua atau lebih zat tunggal.

  • Perbandingan antara komponen penyusun tidak tetap.

  • Masih membawa sifat-sifat asal dari zat pembentuknya.

  • Bisa dipisahkan dengan penyaringan atau penyulingan.

Baca juga: Pengertian Zat Tunggal Beserta Jenis dan Contohnya

Penjelasan tentang contoh zat campuran, pengertian, jenis-jenis, dan sifatnya tersebut bisa dipelajari agar lebih memahami benda-benda di sekitar. (KRIS)