Dampak dari Kesejahteraan yang Baik di Sekolah terhadap Siswa Menurut Rimpela

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi peserta PPG 2025, terdapat sejumah modul yang menghadirkan pertanyaan yang harus peserta jawab. Salah satu pertanyaannya yaitu menurut Rimpela, apa dampak penting dari kesejahteraan yang baik di sekolah terhadap siswa?
Pertanyaan tersebut nantinya akan peserta temui pada latihan pemahaman modul 2 Pembelajaran Sosial Emosional. Tepatnya pada topik 4: Pengantar dan refleksi diri, latihan pemahaman tentang School Well-being.
Menurut Rimpela, Apa Dampak Penting dari Kesejahteraan yang Baik di Sekolah terhadap Siswa?Jawaban Modul 2 PSE Topik 4
School well-being merupakan konsep yang berupaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Dengan begitu siswa bisa berkembang secara optimal, mencapai prestasi, serta merasa bahagia.
Konsep tersebut wajib peserta PPG 2025 kuasai mengingat school well-being sangat penting dalam pembelajaran. Konsep ini ada pada Modul 2 Topik 4 tentang School Well-being yang menghadirkan sejumlah pertanyaan seperti:
Menurut Rimpela, apa dampak penting dari kesejahteraan yang baik di sekolah terhadap siswa?
A. Meningkatkan rasa percaya diri dan prestasi akademik
B. Mengurangi peran guru dalam pendidikan
C. Memperburuk hubungan sosial siswa
D. Meningkatkan angka absensi siswa
Jawaban yang tepat untuk soal di atas yaitu A. Meningkatkan rasa percaya diri dan prestasi akademik. Jawaban ini bisa digunakan oleh para peserta PPG 2025 yang sedang kesusahan dalam menjawab pertanyaan tersebut.
School well-being atau kesejahteraan sekolah mengacu pada kondisi kesejahteraan menyeluruh siswa di lingkungan sekolah meliputi aspek fisik, emosional, sosial, dan mental. School well-being merujuk pada model konseptual well-being yang dikemukakan oleh Alldart.
Kemudian teori tersebut dikembangkan oleh Konu dan Rimpela. Dikutip dalam buku Pendidikan yang Memanusiakan oleh Maria Yuni Megarini Cahyono, dkk (2024:1-2) Alldart membagi kebutuhan dasar menjadi tiga yaitu having, loving, dan being.
Kemudian konsep well-being dikembangkan oleh Konu dan Rimpela dengan menambahkan satu ketgori yaitu status kesehatan (healt status). Sehingga dalam school well-being terdapat empat aspek yaitu having loving being, dan health.
Dengan demikian, school well-being bukan tentang menciptakan lingkungan fisik yang baik saja. Tetapi juga tentang menciptakan lingkungan sosial, emosional, dan mental yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan siswa secara menyeluruh.
Itu tadi jawaban dari pertanyaan menurut Rimpela, apa dampak penting dari kesejahteraan yang baik di sekolah terhadap siswa?. Jawaban tersebut bisa dijadikan referensi bagi peserta PPG 2025 yang kesulitan dalam menjawab. (MRZ)
Baca juga: Kunci Jawaban Cerita Reflektif Modul 2 CASEL PPG 2025
