Dampak Positif dan Negatif Bioteknologi Forensik beserta Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bioteknologi adalah disiplin ilmu yang melibatkan beberapa keahlian penting dan terbagi menjadi beberapa jenis seperti bioteknologi forensik. Jika mempelajari ilmu ini maka akan mengetahui dampak positif dan negatif bioteknologi forensik.
Adapun tujuan dari adanya bioteknologi adalah untuk memanfaatkan produk dengan menggunakan organisme tertentu. Hasil dari bioteknologi adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Dampak Positif dan Negatif Bioteknologi Forensik
Bioteknologi forensik berhubungan dengan investigasi dan studi untuk mendapatkan informasi yang dimanfaatkan di bidang hukum dan kesehatan.
Mengutip dari buku Pengantar Bioteknologi (Teori dan Aplikasi), Endik Deni Nugroho dan Dwi Anggorowati Rahayu, (2018:297), pengertian forensik adalah disiplin ilmu kedokteran yang didapatkan dari ilmu-ilmu lain.
Biasanya digunakan untuk membantu proses penyelidikan sehingga bisa mendapatkan data-data yang menemukan pelaku kriminal untuk berbagai kasus. Misalnya kasus perkosaan, pelecehan seksual, kekerasan dalam rumah tangga, dan sebagainya.
Berdasarkan penjelasan di atas, salah satu dampak positif dan negatif bioteknologi forensik adalah untuk mempercepat proses penemuan pelaku dengan memeriksa bukti yang ada dari kejahatan yang dilakukan.
Selain itu berikut ini beberapa dampak dari bioteknologi forensik.
1. Dampak Positif
Bisa digunakan untuk tes DNA yang membantu aktivitas medis, pengadilan, dan industri farmasi.
Bisa digunakan untuk menentukan hubungan kekerabatan seseorang lewat tes DNA.
Digunakan untuk alat bukti medis pada kasus kebakaran.
2. Dampak Negatif
Hanya bisa digunakan di beberapa tempat tertentu yang memanfaatkan bioteknologi forensik.
Membutuhkan biaya tinggi untuk alat yang digunakan.
Membutuhkan waktu untuk mengetahui hasilnya.
Contoh Bioteknologi Forensik
Agar lebih mudah memahami mengenai apa yang dimaksud dengan bioteknologi forensik, berikut beberapa contohnya.
1. Pengujian Residu Tembakan
Bisa digunakan untuk memudahkan proses penyelesaian masalah kejahatan dan menemukan tersangka.
2. Analisis DNA
Analisis DNA yang digunakan untuk terapi gen, konseling genetik, identifikasi DNA, dan mendiagnosa penyakit.
3. Pengecekan Sidik Jari
Contoh terakhir adalah untuk pengecekan sidik jari seperti menganalisis dan menguji sidik jari KTP dan mengetahui pola sidik jari.
Baca Juga: Patahan Memusat: Pengertian dan Contohnya
Melihat dampak positif dan negatif bioteknologi forensik di atas berarti disiplin ilmu ini bisa membantu menyelesaikan kejahatan yang terjadi di Indonesia. Jika ada suatu kasus, bisa dibantu dengan tim forensik yang akan mencari tahu kebenarannya lewat barang bukti. (GTA)
