Konten dari Pengguna

Daur Hidup Aurelia Aurita atau Ubur-Ubur secara Lengkap

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi daur hidup aurelia aurita - Sumber: pexels.com/@ayyeee-ayyeee
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi daur hidup aurelia aurita - Sumber: pexels.com/@ayyeee-ayyeee

Daur hidup Aurelia Aurita adalah hal yang unik. Disebut unik karena terdapat dua fase dalam daur hidup tersebut, yaitu fase generatif dan vegetatif. Bagi yang belum tahu, Aurelia Aurita adalah nama lain dari ubur-ubur.

Ubur-ubur adalah sejenis hewan laut yang tergolong dalam kingdom animalia dan kelas Scyphozoa. Ini adalah salah satu spesies yang paling umum dan ditemukan di berbagai perairan di seluruh dunia.

2 Fase Daur Hidup Aurelia Aurita

Ilustrasi daur hidup aurelia aurita - Sumber: pixabay.com/djedj

Aurelia aurita memiliki penampakan yang khas dengan payung transparan yang bulat dan lunak. Biasanya berwarna bening atau putih pucat. Payungnya bisa mencapai diameter sekitar 25 hingga 40 cm.

Berdasarkan buku Atlas binatang: Aves dan Invertebrata, Genevieve De Becker, 2007, Aurelia Aurita mengikuti siklus hidup tipikal ubur-ubur, melibatkan fase medusa (dewasa) dan fase polip (vegetatif). Secara ringkas daur hidup Aurelia aurita adalah sebagai berikut:

Medusa (ubur-ubur) dewasa → zigot → planula (larva bersilia) → skifistoma (polip muda) → strobila (polip dewasa) → efira (medusa kecil/muda atau ubur-ubur muda)

Siklus hidup Aurelia Aurita terdiri dari dua fase utama, yaitu:

1. Fase Vegetatif (Aseksual)

  • Polip. Siklus hidup dimulai dengan telur dan sperma yang dilepaskan oleh ubur-ubur dewasa. Pembuahan terjadi di dalam air, dan zigot yang dihasilkan berkembang menjadi larva planula.

  • Planula. Larva planula berkembang dan berenang bebas di air sebelum menempel pada substrat di dasar laut untuk membentuk polip.

  • Skifistoma. Planula kemudian berkembang menjadi skifistoma, bentuk awal polip. Skifistoma menempel pada substrat dan memiliki bentuk tubular dengan tentakel di sekitarnya.

  • Strobila: Skifistoma bertransformasi menjadi bentuk strobila, yang merupakan serangkaian anakan yang bersusun. Setiap anakan strobila kemudian berkembang menjadi bentuk medusa yang disebut efira.

2. Fase Generatif (Seksual)

  • Efira, yang merupakan bentuk medusa muda yang dilepaskan dari anakan strobila. Efira memiliki kantung-kantung gonad yang berkembang menjadi organ reproduksi.

  • Efira berkembang menjadi ubur-ubur dewasa atau medusa. Medusa memiliki payung transparan yang bulat, tentakel di sekitarnya, dan organ reproduksi yang menghasilkan sel gamet (sperma dan ovum).

  • Reproduksi seksual terjadi ketika medusa menghasilkan sel sperma dan sel ovum. Pembuahan terjadi di dalam air, menghasilkan zigot yang akan berkembang menjadi larva planula, memulai kembali siklus hidup.

Baca Juga: Daur Hidup Katak dan Penjelasannya

Dalam daur hidup Aurelia Aurita, dapat disimpulkan satu hal. Meskipun fase medusa dan fase polip memiliki peran reproduksi yang berbeda, keduanya tetap saling terkait dan membentuk siklus hidup yang lengkap. (DNR)