Konten dari Pengguna

Dimensi-dimensi Organisasi yang Perlu Diketahui

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi dimensi dimensi organisasi. Sumber: pexels.com/MikhailNilov.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dimensi dimensi organisasi. Sumber: pexels.com/MikhailNilov.

Dimensi-dimensi organisasi berkaitan dengan perilaku organisasi. Orang-orang yang aktif dalam organisasi perlu mengetahuinya karena kegiatan organisasi sangat dinamis.

Dalam mencapai tujuan atau idealismenya, sering kali manusia tidak bisa bertindak sendiri, melainkan harus bergabung dengan suatu organisasi. Jika ingin mendapatkan manfaat yang signifikan, orang tersebut perlu berpartisipasi aktif.

Mengenal Dimensi-dimensi Organisasi

Ilustrasi dimensi-dimensi organisasi. Sumber: pexels.com/yankrukov.

Dalam organisasi, terdapat aturan-aturan untuk mengontrol dimensi yang timbul dari sekumpulan manusia ini. Dimensi tersebut berasal dari interaksi sosial antar anggotanya dan interaksi dengan organisasi lain yang kemudian menjadi karakteristik organisasi itu.

Karakteristik suatu organisasi akan membantu menentukan kegiatan-kegiatan yang sesuai untuk mendukung visi dan misi organisasi tersebut. Namun cakupan dari dimensi tersebut cukup luas.

Dikutip dari Komunikasi Organisasi, Nur Kholisoh (2024:27), dimensi organisasi terdiri dari dimensi struktural dan dimensi kontekstual. Berikut adalah penjabaran dari dimensi-dimensi organisasi tersebut.

1. Dimensi Struktural

Dimensi struktural adalah karakteristik internal dari suatu organisasi. Dimensi struktural, terdiri dari:

  1. Formalisasi, yang menunjukkan tingkat penggunaan dokumen tertulis dalam kegiatan-kegiatan organisasi.

  2. Spesialisasi, yang menunjukkan derajat pembagian kerja atau tugas yang ditetapkan dalam suatu organisasi.

  3. Standarisasi, yang menggambarkan derajat kesamaan dalam pelaksanaan pekerjaan, antara lain kesamaan SOP (Standard Operating Procedure), kualitas output hingga cara melakukan komunikasi resmi.

  4. Sentralisasi, yang menunjukkan pembagian kekuasaan menurut hierarki atau urutannya dalam organisasi. Sentralisasi dipengaruhi jenis dan jumlah keputusan yang bisa ditetapkan untuk setiap tingkatan.

  5. Hierarki kekuasaan, yang menggambarkan pola pembagian kekuasaan dalam organisasi dan rentang kendalinya.

  6. Kompleksitas, yang menunjukkan jumlah dan keberagaman kegiatan dalam organisasi, baik yang vertikal maupun yang horizontal.

  7. Profesionalisme, yang menunjukkan tingkat pendidikan rata-rata anggota organisasi, baik pendidikan formal maupun nonformal.

  8. Konfigurasi, yang menunjukkan pembagian anggota ke dalam struktur organisasi berdasarkan fungsi dan jabatannya.

2. Dimensi Kontekstual

Dimensi kontekstual menggambarkan keseluruhan organisasi yang mencakup lingkungannya. Dimensi kontekstual, terdiri dari:

  1. Ukuran organisasi, yang menunjukkan jumlah anggota.

  2. Teknologi Organisasi, yang menunjukkan tingkat teknologi dari sistem produksi dari suatu organisasi.

  3. Lingkungan, yang menunjukkan semua elemen di luar batas cakupan organisasi.

Dimensi-dimensi organisasi akan merepresentasikan profil menyeluruh dari organisasi tersebut. Anggota yang memahami dimensi-dimensi dalam organisasi yang digelutinya dapat membantu mewujudkan visi dan misi organisasinya. (lus)

Baca juga: 3 Tingkatan Manajemen dalam Perusahaan