Konten dari Pengguna

Ekosistem Terestrial : Pengertian dan Jenis-jenisnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ekosistem terestrial. Sumber: pexels.com/Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ekosistem terestrial. Sumber: pexels.com/Pixabay.

Ekosistem terestrial adalah salah satu materi dalam ilmu biologi yang mempelajari ekosistem darat. Ekosistem ini merupakan ekosistem yang dihuni oleh manusia sehingga penting untuk diketahui.

Ekosistem di bumi ini terdiri dari ekosistem darat dan air yang saling berkaitan. Pengetahuan tentang ekosistem terestrial digunakan untuk menjaga kelestarian tempat makhluk darat hidup dan daya dukung alamnya, serta untuk menjaga kelestarian bumi secara keseluruhan.

Ekosistem Terestrial adalah Ekosistem Darat

Ilustrasi ekosistem terestrial. Sumber: pexels.com/Pixabay.

Dikutip dari Seri IPA Biologi 1 untuk SMP Kelas VII, Deswaty Furqonita (2006:112), ekosistem terestrial adalah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan. Ekosistem ini dipengaruhi oleh keadaan tanah, iklim, kelembapan, curah hujan dan matahari.

Dari faktor-faktor yang memengaruhi tersebut, terbentuklah ekosistem besar dengan keadaan khas, yang disebut bioma. Ekosistem darat memiliki 6 bioma, yaitu:

  1. Padang Pasir atau Gurun

    Padang pasir adalah daerah yang sangat kering dengan curah hujan hanya sekitar 250 mm per tahun. Tumbuhan yang bisa hidup, misalnya jenis kaktus. Kaktus memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan air.

    Sedangkan hewan yang dapat hidup di gurun umumnya dari jenis nokturnal, yang beraktivitas di malam hari ketika suhu gurun turun.

  2. Padang Rumput atau Stepa

    Padang rumput memiliki curah hujan yang lebih banyak daripada gurun. Daerah ini merupakan tanah lapang yang ditutupi oleh hamparan rumput. Kadang di antara rumput ada semak dan beberapa pohon saja.

    Jenis hewan di padang rumput sudah beragam, misalnya singa, harimau, rusa, kuda dan sebagainya yang memiliki daya jelajah tinggi.

  3. Hutan Hujan Tropis

    Hutan ini memiliki curah hujan yang memadai untuk mendukung terciptanya keanekaragaman flora dan fauna tertinggi. Indonesia beruntung memilikinya, namun makin hari luasnya makin berkurang sehingga perlu diwaspadai.

  4. Hutan Gugur atau Deciduous

    Umumnya hutan gugur terletak di subtropis dengan curah hujan sedang. Pada waktu tertentu, daun-daun di hutan ini berguguran sehingga hutan ini selalu menampakkan perubahan drastis di tiap perubahan musim.

  5. Konifer atau Taiga

    Taiga sering disebut juga hutan boreal atau hutan salju. Hutan ini berada di lintang utara yang tinggi dan berhawa sangat dingin. Tumbuhan khas di sini adalah konifer dan pinus.

  6. Tundra

    Tundra adalah bioma yang memiliki suhu dingin sehingga pertumbuhan fauna terhambat. Tumbuhan khas di sini adalah lumut dan perdu. Sedangkan hewan yang bisa dijumpai adalah kelinci, rusa dan serigala.

Baca juga: Pengertian dan Macam-macam Ekosistem yang Perlu Diketahui

Itulah pembahasan bahwa ekosistem terestrial adalah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan. Ekosistem darat memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus diseimbangkan untuk keberlangsungan hidup makhluk darat dan kelestarian alamnya. (lus)