Etnosentrisme: Menilai Budaya Orang Lain dari Kacamata Sendiri

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Etnosentrisme adalah sebuah sikap dalam kehidupan bermasyarakat di mana salah satu pihak menilai kebudayaan orang lain dari sudut pandang sendiri. Pandangan yang subjektif dari sikap etnosentrisme kadang membawa dampak negatif.
Meskipun begitu, etnosentrisme tetap memiliki sisi positif. Semua sikap dalam kehidupan bermasyarakat selalu memiliki dua sisi, yaitu kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Etnosentrisme dalam Lingkup Budaya
Mengutip dari buku SOSIOLOGI Jilid 2 oleh Kun Maryati (2007: 52), Etnosentrime adalah suatu sikap menilai budaya masyarakat lain dengan menggunakan ukuran-ukuran yang berlaku di masyarakatnya.
Karena yang dipakai adalah ukuran-ukuran masyarakatnya, maka orang akan selalu menganggap kebudayaannya memiliki nilai lebih tinggi daripada kebudayaan masyarakat lain.
Contoh Etnosentrisme
Contoh sikap etnosentrisme pernah terjadi di Afrika Selatan pada masa diberlakukannya politik apartheid. Ketika itu, masyarakat beranggapan bahwa masyarakat berkulit putih lebih tinggi derajatnya daripada masyarakat berkulit hitam.
Oleh karena itu, mereka memberlakukan politik diskriminatif berupa segregasi atau pemisahan antara masyarakat berkulit putih dan masyarakat berkulit hitam. Dari contoh kasus ini terlihat bahwa etnosentrisme lebih bersifat subjektif, berdasarkan perasaan, dan bukan berdasarkan pemikiran yang rasional.
Baca juga: 5 Contoh Akulturasi yang Terjadi di Indonesia
Hal itulah yang membuat etnosentrisme dapat menghambat hubungan antarkebudayaan atau bangsa. Sikap ini juga dapat menghambat proses asimilasi dan integrasi sosial.
Kekurangan dan Kelebihan Etnosentrisme
Etnosentrisme memiliki kekurangan berupa dapat menjadi kekuatan yang terpendam yang dapat mengakibatkan konflik antargolongan atau kebudayaan (konflik SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).
Hubungan antar budaya yang berbeda pun menjadi terhambat karena salah satu menganggap budayanya yang paling bagus. Sedangkan kebudayaan orang lain dianggap kurang baik.
Integrasi sosial dan proses pencampuran budaya bahkan mustahil bisa terjadi apabila masyarakatnya menutup diri dari kebudayaan lain.
Namun demikian, etnosentrisme juga memiliki nilai positif atau kelebihan bagi satu golongan, yaitu dapat menjaga keutuhan dan kestabilan budaya, mempertinggi semangat patriotisme dan kesetiaan kepada bangsa serta dapat memperteguh rasa cinta terhadap kebudayaan mereka sendiri.
Kesimpulannya pengertian etnosentrisme adalah sikap memandang kebudayaan orang lain dengan cara membandingkannya dengan kebudayaan sendiri. (IMA)
