Fase Bulan Sabit: Pengertian, Kapan Terjadi, dan Penyebabnya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai satelit Bumi, bulan tidak memiliki cahaya sendiri. Cahaya yang dipancarkan di malam hari merupakan sinar matahari yang dipantulkan oleh permukaan bulan. Bentuk bulan yang dapat terlihat dari bumi, disebut dengan fase bulan. Ada beberapa fase, salah satunya adalah fase bulan sabit.
Saat bulan mengelilingi bumi terjadi gerakan yang disebut dengan perubahan penampakan bulan. Penampakan yang dapat berbentuk bulan mata, bulan sabit, bulan separuh, bulan benjol, dan juga bulan purnama.
Pengertian Fase Bulan Sabit
Seperti yang telah disebutkan di atas, akibat gerakan bulan yang mengelilingi bumi itu terjadi perubahan penampakan bulan. Perubahan penampakan bulan disebabkan luasnya permukaan bulan yang terlihat dari bumi, yang bisa berubah-ubah sesuai kedudukan bulan terhadap matahari juga bumi.
Sebagaimana dijelaskan dalam buku Arif Cerdas SD/MI Kelas 6, Christiana Umi (2019:441), fase bulan adalah bentuk dari bulan yang terlihat oleh manusia dari bumi. Bentuk bulan ini selalu berubah-unah
Ada 7 fase bulan, yaitu:
Fase bulan mati atau bulan baru (new moon)
Fase bulan sabit muda/awal (waxing cresent)
Fase Kuartal Pertama (first quarter)
Fase bulan separuh, fase kuartal ketiga (third quarte), posisi 90 derajat.
Fase bulan bungkuk atau tiga perempat (waxing gibbous)
Fase Bulan Purnama (full moon)
Fase Bulan Sabit Tua (wanning crescent)
Fase bulan sabit adalah fase bulan yang bentuknya seperti sabit. Fase ini menunjukkan bulan baru mulai tampak dari bumi. Ada 2 fase bulan sabit.
1. Sabit Muda (Waxing Cresent)
Terjadi pada hari ke-4 saat bulan berada pada posisi 45 derajat. Pada fase ini, kurang dari setengah bagian bulan terkena pantulan sinar matahari, sehingga bulan akan terlihat melengkung seperti sabit.
2. Fase Sabit Tua (Wanning Cresent)
Terjadi pada hari ke-25 saat bulan berada pada posisi 315 derajat. Pada fase bulan sabit tua ini, bulan kembali baru, karena hanya sebagian kecil dari bagian bulan yang terlihat di bumi.
Baca Juga: Mengenal Fase Bulan beserta Pergerakan Tiap Fasenya
Perubahan fase bulan memberikan informasi tentang siklus bulan yang digunakan dalam pembuatan kalender bulan. Kadang bulan berevolusi selama 29,18 atau 29,53 hari. Bahkan, bisa pula hingga 29,93 hari. Tetapi, rata-rata durasinya adalah 29,53059.(IJS)
