Konten dari Pengguna

Fase-fase Gerakan dalam Jalan Cepat dan Manfaatnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Fase-fase Gerakan dalam Jalan Cepat. Sumber: unsplash.com/Arek Adeoye
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Fase-fase Gerakan dalam Jalan Cepat. Sumber: unsplash.com/Arek Adeoye

Terdapat fase-fase gerakan dalam jalan cepat yang perlu diketahui. Setelah memahami apa saja fasenya, maka olahraga jalan cepat pun dapat dilakukan dengan benar.

Gerakan yang benar dalam olahraga sangatlah penting. Sebab, pelaku akan terhindar dari risiko cedera akibat kesalahan gerakan ketika melakukan jalan cepat. Sehingga manfaat kesehatan bisa didapatkan.

Fase-fase Gerakan dalam Jalan Cepat

Ilustrasi Fase-fase Gerakan dalam Jalan Cepat. Sumber: unsplash.com/Jad Limcaco

Olahraga jalan cepat terbentuk dari fase topang tunggal yang dirinci menjadi fase topang depan dan topang belakang dan satu fase topang ganda. Mengutip dari buku Pandai Mengajar dan Melatih Atletik oleh Pungki Indarto, S.Pd., M.Or., dkk. (hal. 12-14), fase-fase gerakan dalam jalan cepat adalah sebagai berikut.

1. Fase Topang Tunggal

Fase topang tunggal adalah gerakan percepatan dalam menempatan tungkai kaki yang bebas. Gerakannya memperkecil daya penghambat. Teknik latihannya bisa dilakukan dengan cara berikut.

  • Kaki depan aktif bergerak kemudian menyapu ke belakang.

  • Tahap perlambatan harus singkat.

  • Lutut dan tungkai depan harus diluruskan.

  • Tungkai ayun harus dipertahankan rendah.

2. Fase Topang Belakang

Fase topang belakang adalah fase untuk mempersiapkan percepatan dan untuk mempersiapkan topang ganda. Teknik latihannya dapat dilakukan dengan gerakan berikut.

  • Tungkai topang lurus tidak bileh miring.

  • Tungkai topang dipertahankan lurus.

  • Tungkai topang menunjuk lurus kedepan.

  • Kaki depan pada tumit

3. Fase Topang Ganda

Fase topang ganda berfungsi untuk merangkaikan fase topang depan dan topang belakang. Teknik latihannya adalah sebagai berikut.

  • Secara pelan kaki depan mendarat pada tumit.

  • Lutut diluruskan.

  • Ayunan lengan tangan bergantian secara senergis.

Manfaat Jalan Cepat

Ilustrasi Fase-fase Gerakan dalam Jalan Cepat. Sumber: unsplash.com/Dmitry Schemelev

Jalan cepat memiliki manfaat yang baik bagi tubuh. Olahraga ini aman dilakukan oleh semua orang. Berikut ini manfaatnya secara lebih spesifik.

  1. Menurunkan risiko cedera lutut dan tungkai pada orang obesitas.

  2. Membakar kalori lebih banyak dibandingkan dengan jalan kaki biasa.

  3. Melancarkan peredaran darah dan menghindarkan dari kesemutan.

  4. Menyehatkan jantung karena termasuk dalam olahraga cardio.

  5. Melatih koordinasi otot tungkai dan kaki.

Baca juga: Cara Penanggulangan Cedera Olahraga dengan Metode RICER

Fase-fase gerakan dalam jalan cepat di atas penting untuk diketahui sebelum olahraga jalan cepat dilakukan. (IMA)