Fungsi Actuating dalam Manajemen Bisnis dan Prinsipnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam konteks manajemen bisnis, fungsi actuating dalam manajemen menjadi langkah penting yang membawa organisasi menuju pencapaian tujuan. Actuating mencakup serangkaian tindakan yang diambil oleh manajer untuk mendorong karyawan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka.
Untuk memberikan dasar yang kuat dalam pelaksanaan ini, beberapa prinsip penting diterapkan. Seperti prinsip menuju tujuan, penyelarasan tujuan, asas kesatuan komando, penggunaan sumber daya yang efisien, dan kemampuan mengatasi perubahan.
Fungsi Actuating dalam Manajemen
Mengutip dari buku Manajemen Peserta Didik karya Hasrian Rudi Setiawan (2021), actuating merupakan salah satu fungsi manajemen yang memiliki peran untuk merealisasikan hasil dari perencanaan dan pengorganisasian.
Berikut adalah fungsi actuating dalam manajemen, yaitu:
Memberikan orientasi tugas serta instruksi yang lebih jelas jelas kepada bawahannya
Memberikan petunjuk dengan baik secara rinci, baik dari petunjuk umum maupun petunjuk khusus, agar karyawan bisa bekerja lebih produktif
Memberikan pengaruh yang positif kepada anggotanya
Memberikan motivasi untuk semua anggota yang menjalankan tugas
Prinsip Actuating dalam Manajemen
Dari fungsi di atas, bisa dilihat bahwa actuating itu perannya sangat krusial dalam manajemen bisnis. Untuk lebih memahaminya berikut ini adalah prinsip sebelum melakukan pengarahan.
1. Prinsip Menuju Tujuan
Prinsip menuju tujuan menjadi panduan utama dalam actuating. Dalam konteks ini, manajer harus memastikan bahwa setiap tindakan yang diambil oleh karyawan sejalan dengan mencapai tujuan organisasi.
Ini melibatkan pengkomunikasian tujuan secara jelas dan memberikan arahan yang mendukung perjalanan menuju prestasi organisasional.
2. Prinsip Penyelarasan Tujuan
Pelaksanaan yang efektif memerlukan penyelarasan tujuan di seluruh organisasi. Setiap bagian atau unit harus memiliki tujuan yang mendukung tujuan keseluruhan organisasi.
Prinsip ini membantu menciptakan keseimbangan dalam berbagai inisiatif dan upaya, memastikan bahwa setiap tindakan mendukung visi dan misi keseluruhan.
3. Asas Kesatuan Komando
Asas kesatuan komando menekankan pentingnya struktur organisasi yang teratur. Dalam pelaksanaan, manajer harus memastikan bahwa setiap karyawan mendapatkan arahan dari satu atasan langsung.
Kesatuan komando ini membantu menghindari kebingungan dan memastikan koordinasi yang efektif dalam pelaksanaan tugas.
4. Penggunaan Sumber Daya yang Efisien
Actuating juga berkaitan dengan penggunaan sumber daya yang efisien. Manajer harus memastikan bahwa sumber daya, baik itu manusia, finansial, atau materi, digunakan secara optimal.
Ini mencakup alokasi tugas sesuai dengan keahlian karyawan dan pengelolaan anggaran dengan bijak.
5. Mengatasi Perubahan
Dalam dunia bisnis yang dinamis, kemampuan mengatasi perubahan menjadi prinsip kritis dalam actuating. Manajer harus memiliki ketangguhan untuk menghadapi perubahan dalam lingkungan bisnis dan memastikan bahwa karyawan dapat beradaptasi dan tetap produktif.
Ini tidak hanya memandu karyawan menuju pencapaian tujuan organisasi tetapi juga membentuk fondasi untuk pertumbuhan dan keberlanjutan jangka panjang.
Baca juga: Pengertian Manajemen beserta Unsur dan Fungsinya
Fungsi actuating dalam manajemen bisnis adalah fase kunci yang mendorong perubahan dari rencana menjadi kenyataan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip di atas, organisasi dapat mencapai pelaksanaan yang sukses. (ARR)
