Konten dari Pengguna

Fungsi Asesmen Formatif Dan Sumatif Pada Pembelajaran Mendalam

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apa Fungsi Asesmen Formatif Dan Asesmen Sumatif Dalam Pembelajaran Mendalam? Sumber: Pexels/Tima Miroshnichenko
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apa Fungsi Asesmen Formatif Dan Asesmen Sumatif Dalam Pembelajaran Mendalam? Sumber: Pexels/Tima Miroshnichenko

Pembelajaran mendalam merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang mulai banyak digunakan di berbagai tingkat pendidikan. Dalam pembelajaran mendalam ini terdapat dua asesmen penting, namun belum banyak yang memahami fungsi asesmen formatif dan asesmen sumatif dalam pendekatan ini.

Pada dasarnya, pembelajaran mendalam adalah pendekatan belajar yang menekankan pemahaman konsep secara menyeluruh. Hal ini berbeda dengan pembelajaran permukaan yang cenderung fokus pada menghafal fakta atau rumus tanpa memahami maknanya.

Ketahui Apa Fungsi Asesmen Formatif Dan Asesmen Sumatif Dalam Pembelajaran Mendalam

Ilustrasi Apa Fungsi Asesmen Formatif Dan Asesmen Sumatif Dalam Pembelajaran Mendalam? Sumber: Pexels/Max Fischer

Mengutip buku Penerapan Pembelajaran Deep Learning dalam Pendidikan di Indonesia karya Nadia Nadawina, dkk (2025:10), pembelajaran mendalam adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konseptual, berpikir kritis, dan kemampuan untuk mentransfer pengetahuan ke situasi baru. Lalu, apa fungsi asesmen formatif dan asesmen sumatif dalam pembelajaran mendalam?

Asesmen formatif dan sumatif adalah dua komponen penting dalam pembelajaran mendalam. Kedua asesmen ini saling melengkapi dan juga berpengaruh pada proses pembelajaran mendalam. Berikut ini penjelasan mengenai masing-masing fungsi dari asesmen formatif dan sumatif pada pembelajaran mendalam.

1. Asesmen Formatif

Asesmen formatif merupakan penilaian yang dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran perkembangan pemahaman siswa secara berkesinambungan. Berikut beberapa fungsi dari asesmen formatif.

  1. Memantau dan memperbaiki proses pembelajaran secara berkelanjutan

    Asesmen ini dilakukan selama pembelajaran berlangsung untuk memberikan umpan balik cepat kepada siswa dan guru. Hal ini memungkinkan guru segera mengetahui jika ada konsep yang belum dipahami, lalu memperbaikinya sebelum materi lanjut.

  2. Menyediakan umpan balik konstruktif

    Asesmen formatif dapat membantu siswa memahami kekuatan dan kelemahan siswa secara spesifik agar bisa meningkatkan pemahaman. Umpan balik biasanya diberikan dalam bentuk komentar, pertanyaan pancingan, atau penjelasan ulang.

  3. Menyesuaikan strategi pengajaran

    Guru dapat langsung menyesuaikan pendekatan atau metode berdasarkan hasil asesmen, guna mendukung pemahaman mendalam. Misalnya, jika banyak siswa kesulitan pada topik tertentu, guru bisa menambahkan sesi diskusi atau praktik tambahan.

  4. Meningkatkan motivasi dan kesadaran diri siswa

    Dengan melihat perkembangan secara bertahap, siswa termotivasi dan lebih sadar akan proses belajarnya. Proses ini membantu siswa menjadi pembelajar mandiri yang lebih reflektif.

2. Asesmen Sumatif

Asesmen sumatif adalah penilaian yang dilakukan pada akhir suatu periode pembelajaran, seperti akhir bab, semester, atau tahun ajaran. Fokusnya adalah menilai pencapaian akhir siswa setelah melalui rangkaian proses belajar. Berikut beberapa fungsi dari asesmen sumatif.

  1. Menilai pencapaian akhir pembelajaran

    Asesmen sumatif dilakukan di akhir unit, semester, atau periode tertentu untuk menilai sejauh mana siswa telah mencapai tujuan pembelajaran. Penilaian biasanya berbentuk ujian akhir, proyek besar, atau presentasi.

  2. Memberi dasar untuk keputusan akademik

    Hasil dari asesmen ini digunakan untuk penilaian rapor, kelulusan, promosi ke jenjang berikutnya, dan sebagainya. Oleh karena itu, asesmen sumatif sering kali memiliki bobot nilai yang besar.

  3. Mengukur efektivitas pembelajaran secara keseluruhan

    Asesmen sumatif menjadi tolok ukur keberhasilan guru dan sistem pendidikan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Jika hasil sumatif rendah secara umum, hal ini dapat menjadi sinyal perlunya perbaikan kurikulum atau metode pengajaran.

  4. Mendorong akuntabilitas dan motivasi

    Asesmen ini memberikan gambaran kinerja siswa dan dapat memotivasi siswa untuk memperbaiki hasil di masa mendatang. Bagi guru, ini juga berfungsi sebagai dokumentasi pencapaian siswa dalam jangka panjang.

Jadi, apa fungsi asesmen formatif dan asesmen sumatif dalam pembelajaran mendalam? Fungsi dari asesmen formatif dan sumatif sangat penting dalam pembelajaran mendalam. Kedua asesmen ini dapat mewujudkan proses pembelajaran yang efektif, adaptif, dan proaktif. (BAI)

Baca Juga: Apa Manfaat Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Kurikulum Kampus Berdampak?