Fungsi, Cara Kerja, dan Ciri-Ciri Otot Lurik dalam Tubuh

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri-ciri otot lurik pastinya berbeda dengan otot lainnya, seperti otot jantung dan otot polos. Pemahaman tentang ciri dari otot lurik beserta fungsi dan cara kerjanya tentu sangat penting bagi manusia.
Alasannya adalah karena otot lurik merupakan komponen penting dalam tubuh manusia. Selain itu, otot lurik juga berperan dalam banyak aspek kehidupan sehari-hari.
Ciri-Ciri Otot Lurik
Otot lurik, juga dikenal sebagai otot rangka, adalah salah satu dari tiga jenis otot yang ada dalam tubuh manusia. Otot lurik terletak di sepanjang tulang belulang dan bertanggung jawab untuk menghasilkan gerakan tubuh yang disengaja.
Berdasarkan buku IPA Terpadu (Biologi, Kimia, Fisika), Djoko Arisworo, Yusa, Nana Sutresna, Grafindo Media Pratama, beberapa ciri-ciri otot lurik secara umum adalah sebagai berikut.
Otot lurik dikenal sebagai otot yang dapat dikendalikan secara sadar.
Memiliki serat-serat otot yang terlihat bergaris-garis atau berpola silang saat diamati di bawah mikroskop. Pola ini disebut striations dan merupakan ciri khas otot lurik.
Sel-sel otot lurik memiliki banyak inti atau nukleus.
Memiliki kemampuan untuk berkontraksi dan memperpanjang secara aktif.
Terdiri dari penyusun unit terkecil yang disebut sarcomere.
Melekat pada tulang melalui tendon. Ketika otot berkontraksi, tendon menarik tulang yang terhubung dengannya, menghasilkan gerakan.
Dapat mengalami kelelahan setelah aktivitas yang berkepanjangan atau intensitas tinggi.
Memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan berkembang melalui latihan dan aktivitas fisik.
Cenderung berkontraksi dengan kekuatan yang relatif tetap.
Menerima sinyal dari saraf motorik yang berasal dari sistem saraf pusat.
Contoh otot lurik termasuk otot lengan, otot kaki, otot perut, dan otot punggung. Otot lurik juga berperan dalam menjaga postur tubuh, menjaga keseimbangan, dan melindungi organ-organ vital.
Cara Kerja Otot Lurik
Otot lurik bekerja berdasarkan prinsip kontraksi dan relaksasi. Ketika otot menerima sinyal dari sistem saraf pusat melalui serat saraf motorik, rangkaian peristiwa terjadi dalam sel otot yang menghasilkan kontraksi.
Proses ini melibatkan interaksi antara dua protein utama dalam otot, yaitu aktin dan miosin. Pada saat sinyal saraf diterima, ion kalsium dilepaskan dan berinteraksi dengan protein aktin, mengubah konformasi molekul aktin dan membuka situs pengikatan miosin.
Selanjutnya, protein miosin berikatan dengan aktin dan menghasilkan tarikan yang mengakibatkan peregangan dan perpendekan serat otot. Ini akan menghasilkan kontraksi otot yang menghasilkan gerakan atau gaya.
Setelah kontraksi, ketika sinyal saraf berhenti, ion kalsium dikembalikan ke dalam reservoar dalam sel otot, dan protein aktin kembali ke posisi semula. Ini memungkinkan protein miosin untuk melepaskan ikatannya dengan aktin, dan serat otot berrelaksasi kembali ke panjang semula.
Adapun beberapa fungsi otot lurik, yaitu:
Menjaga fungsi tubuh manusia.
Memungkinkan manusia untuk bergerak dengan bebas dan sadar.
Membantu menjaga postur tubuh yang baik.
Berperan dalam melindungi organ-organ vital di dalam tubuh.
Berperan penting dalam ekspresi wajah, seperti senyum, kaget, atau marah.
Baca Juga: Fungsi Volunter dan Involunter Otot serta Pengertiannya
Pemahaman tentang ciri-ciri otot lurik, cara kerja, dan fungsinya membantu menghargai kompleksitas sistem otot dalam tubuh manusia. Termasuk pentingnya menjaga kekuatan, kebugaran, dan kesehatan otot melalui latihan dan perawatan yang tepat. (DNR)
