Konten dari Pengguna

Fungsi Kaca Pembesar Laboratorium beserta Cara Kerja dan Bagian-bagiannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fungsi kaca pembesar laboratorium. Sumber: unsplash.com/KasiaDerenda.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fungsi kaca pembesar laboratorium. Sumber: unsplash.com/KasiaDerenda.

Fungsi kaca pembesar laboratorium sangat penting meski cara kerja alat ini sederhana. Kaca pembesar kerap disebut lup (loupe) atau suryakanta.

Karena penggunaan dan bentuknya yang simpel, kaca pembesar sering diletakkan sembarangan. Padahal jika hilang atau rusak, harganya tidak murah meski tidak semahal mikroskop.

Fungsi Kaca Pembesar Laboratorium, Cara Kerja dan Bagian-bagiannya

Ilustrasi fungsi kaca pembesar laboratorium. Sumber: unsplash.com/ShaneAldendorff.

Dikutip dari Praktis Belajar Fisika 1 untuk SMA/SMK Kelas X, Aip Saripudin dan Kawan-kawan (2009:94), kaca pembesar adalah alat bantu optik untuk melihat objek lebih jelas. Alat ini lebih simpel daripada mikroskop sehingga kemampuannya juga lebih terbatas.

Untuk mengetahui kemampuan kaca pembesar, berikut adalah fungsi kaca pembesar laboratorium, cara kerja dan bagian-bagian dari kaca pembesar tersebut.

1. Fungsi Kaca Pembesar

Fungsi kaca pembesar adalah untuk melihat benda-benda kecil agar lebih besar atau lebih jelas terlihat. Di laboratorium banyak objek yang perlu diamati dengan lebih teliti meski tanpa lup masih dapat terlihat.

Mata yang telah berakomodasi maksimal akan cepat lelah jika digunakan untuk mengamati objek secara intensif. Objek harus diletakkan pada titik fokus lensa agar mata tidak berakomodasi sedikitpun.

Namun lup hanya dapat melakukan perbesaran hingga 2-20 kali saja. Di luar itu, pengamatan harus dilakukan menggunakan mikroskop.

2. Cara Kerja Kaca Pembesar

Cara kerja kaca pembesar berdasarkan prinsip bahwa semakin dekat dengan mata maka objek tersebut semakin jelas terlihat. Lup memungkinkan pengamat menempatkan objek lebih dekat. Hasil yang terlihat oleh mata berupa bayangan maya, diperbesar dan tegak.

Dengan prinsip kerja tersebut, berikut adalah cara kerja kaca pembesar:

  1. Letakkan objek di bawah kaca pembesar.

  2. Hindari melakukan pengamatan di bawah sinar matahari karena kaca pembesar dapat mengumpulkan energi cahaya dan mengubahnya menjadi energi panas alias bisa terbakar.

  3. Ubah-ubah posisi kaca pembesar hingga mendapatkan sudut pengamatan terbaik, yaitu ketika benda dapat diamati dengan jelas.

  4. Gunakan posisi tersebut untuk mengamati objek hingga selesai.

3. Bagian-bagian Kaca Pembesar

Bagian-bagian kaca pembesar cukup sederhana, yaitu:

  1. Lensa cembung dengan jarak fokus yang pendek, yang umumnya lebih tebal daripada kaca biasa.

  2. Loop logam yang melingkar di sekeliling lensa dengan lebar yang disesuaikan dengan tebal lensa.

  3. Pegangan yang terbuat dari kayu atau besi.

  4. Sekrup untuk mengencangkan loop dan menyatukannya dengan pegangan. Namun ada pula kaca pembesar yang tidak disatukan dengan sekrup melainkan dilas mati.

Kadang fungsi kaca pembesar laboratorium dimanfaatkan untuk keperluan lain. Misalnya untuk reparasi jam tangan. Pada dasarnya peralatan laboratorium yang tidak berbahaya dapat digunakan di luar laboratorium. (lus)

Baca juga: Alat Keselamatan yang Harus Ada di Laboratorium