Fungsi Kapur Dolomit dalam Dunia Perikanan dan Pertanian

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fungsi kapur dolomit telah dikenal di dunia pertanian sebagai pengatur pH tanah. Namun, kapur dolomit juga kerap digunakan dalam dunia perikanan yaitu pada tahap persiapan kolam untuk tambak ikan dan udang.
Kandungan kapur dolomit yang kaya dengam kalsium digunakan untuk memperbaiki kondisi tanah. Baik dalam pertanian maupun dunia perikanan.
3 Fungsi Kapur Dolomit untuk Tanah dan Air
Kapur dolomit dikenal sebagai kapur pertanian karena manfaatnya yang besar bagi tanah. Mengutip dari buku Kiat Sukses Budidaya Cabai Rawit karya Alif S.M. (2017:106), fungsi kapur dolomit berguna untuk
Menaikkan pH tanah agar tanah tidak terlalu asam: pH atau derajat keasaman tanah akan diseimbangkan oleh kapur dolomit
Menambah unsur Kalsium dan Magnesium: kandungan zat hara di dalam tanah akan lebih kaya karena ada magnesium dan kalsium dari kapur dolomit
Mencegah tanah dari kekurangan unsur hara makro maupun mikro: penambahan kapur dolomit yang kata dengan nutrisi akan membuat kondisi tanah semakin subur.
Dosis pengapuran untuk menambah kesuburan tergantung pada kondisi pH tanah itu sendiri, akan tetapi umumnya berkisar antara 1 - 2 ton/ hektar. Tanah yang pH-nya rendah seperti tanah gambut dapat diperbaiki dengan penambahan kapur, misalnya dengan menggunakan kapur kalsit, dolomit, kapur bakar, dan kapur hidrat.
Baca juga: 5 Fungsi Tanah bagi Makhluk Hidup dan Cara Menjaganya
Selain untuk tanah pertanian, kapur dolomit juga berguna di perairan. Dikutip dari buku Kualitas Air Akuakultur karya Diana Maulianawati, dkk. (2022:55) manfaat kapur dolomit di dunia perikanan adalah
Membunuh bakteri merugikan: kapur dolomit tersusun oleh banyak kalsium karbonat dan magnesium karbonat (CaMg (CO2)3) yang bisa membunuh bakteri patogen pada perairan.
Menjaga ketersediaan unsur hara seperti fosfor bagi pertumbuhan plankton: Kondisi perairan dan tanah di bawahnya akan lebih subur sehingga menjadi tempat yang baik untuk pertumbuhan plankton (hewan kecil untuk pakan ikan).
Meningkatkan kesadahan: alkalinitas air akan lebih baik setelah penambahan kapur dolomit, hal ini mempercepat penguraian bahan organik di dalam air.
Kapur dolomit dibentuk dengan cara menghaluskan batuan kapur yang mengandung magnesium tanpa pemanasan. Nilai penetralan kapur dolomit adalah 109%. Peranan utama kapur dolomit adalah untuk meningkatkan pH dan alkalinitas.
Melalui penjelasan di atas dapat dilihat bahwa fungsi kapur dolomit adalah untuk memperbaiki kondisi tanah dan perairan yang akan dijadikan kolam ikan. (IMA)
