Konten dari Pengguna

Fungsi Miometrium dalam Sistem Reproduksi Wanita

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fungsi miometrium. Sumber foto: pexels/Nadezhda Moryak
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fungsi miometrium. Sumber foto: pexels/Nadezhda Moryak

Ada tiga lapisan yang membentuk uterus atau rahim dan memiliki fungsi masing-masing. Salah satu lapisannya adalah miometrium. Fungsi miometrium memegang peranan penting dalam proses persalinan.

Komposisi penyusun uterus terdiri dari otot-otot yang bisa relaksasi dan kontraksi menyesuaikan dengan perkembangan janin. Secara umum uterus terdiri dari fundus uteri, serviks uteri, korpus uteri, endometrium, miometrium dan permimetrium.

Fungsi Miometrium dan Lapisan Uterus Lainnya

Ilustrasi fungsi miometrium. Sumber foto: Pexels/cottonbro studio

Dikutip dari buku Obstetri Williams, Kenneth J. Leveno, (hal.13), uterus adalah organ berotot yang terletak di dalam rongga panggul antara kandung kemih di bagian anterior dan rektum di bagian posterior

Uterus berbentuk seperti buah pir. Sel telur yang sudah dibuahi akan tertanam di rahim sepanjang kehamilan, berkembangnya bayi sampai waktu kelahiran.

Sebagai bagian penting dalam tubuh, kesehatan uterus harus dijaga, karena apabila mengalami masalah akan berimbas pada organ lain. Ciri-ciri uterus yang sehat antara lain:

  • Siklus menstruasi normal dan lancar

  • Nyeri haidnya normal

  • Keputihan normal

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, sistem reproduksi wanita masih terbagi lagi ke dalam beberapa bagian di dalam rahim. Untuk rahim terdiri dari tiga lapisan yaitu.

1. Perimetrium (Lapisan Terluar)

Lapisan terluar uterus disebut dengan nama perimetrium. Lapisan luar jaringan ini terbuat dari sel-sel epitel.

2. Miometrium (Lapisan Tengah)

Lapisan tengah disebut dengan miometrium. Lapisan rahim yang satu ini tersusun dari sel-sel otot polos. Fungsi miometrium adalah memberikan rahim kekuatan untuk berkontraksi dan mengeluarkan janin saat proses melahirkan.

3. Endometrium (Lapisan Dalam)

Di lapisan dalam atau lapisan rahim sering disebut dengan endometrium. Setiap bulan, lapisan ini akan menebal untuk persiapan terjadinya kehamilan dan menjadi ‘gudang’ sementara selama haid apabila kehamilan tidak terjadi.

Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi

Ilustrasi cara menjaga kesehatan reproduksi. Sumber foto: pexels/Jill Wellington

Semua fungsi alat reproduksi bisa berjalan sebagaimana mestinya apabila dalam kondisi sehat. Lantas bagaimana menjaga kesehatan reproduksi? Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, berikut ulasannya.

1. Pola Makan Sehat

Menjaga kesehatan reproduksi dimulai dengan memerhatikan konsumsi makanan. Mengonsumsi makanan sehat adalah langkah terbaik dalam memulainya.

Porsi makan piring seimbang dari Kemenkes bisa dijadikan rujukan, di mana memperbanyak serat dan protein. Tapi karbohidrat, vitamin pun ada tapi dalam kadar seimbang.

Mengonsumsi banyak sayuran, bisa membantu tubuh mengurangi kelebihan estrogen yang bisa menjadi penyebab penyakit pada organ reproduksi.

2. Mengurangi Asupan Kafein

Ternyata asupan kafein berlebihan bisa memperparah fibroid rahim karena meningkatkan produksi hormon estrogen. Mulai perbiasakan diri untuk minum delapan gelas sehari agar tubuh terhidrasi dengan baik.

Mau minum kafein bisa, asalkan tidak lebih dari 200 miligram per hari (setara 2 cangkir kopi).

3. Banyak Bergerak

Kebiasaan mager membawa dampak buruk bagi kesehatan reproduksi. Duduk dalam waktu yang lama misalnya untuk kerja, dapat mengganggu aliran darah ke rahim. Maka, sering lakukan gerakan setiap hari baik olahraga atau sekadar berjalan.

Baca juga: Fungsi dan Bagian-Bagian Uterus pada Sistem Reproduksi Wanita

Jadi, fungsi miometrium adalah bagian lapisan yang berkontraksi pada saat melahirkan. Bagi kaum wanita, penting untuk tahu seluk-beluk sistem reproduksi dan menjaganya agar tetap sehat. (RAN)