Konten dari Pengguna

Fungsi Pemutar Halus pada Mikroskop

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Fungsi Pemutar Halus pada Mikroskop. Sumber: unsplash/Logan Moreno Gutierrez
zoom-in-whitePerbesar
Fungsi Pemutar Halus pada Mikroskop. Sumber: unsplash/Logan Moreno Gutierrez

Mikroskop merupakan alat di laboratorium yang digunakan untuk mengamati benda berukuran sangat kecil. Alat tersebut memiliki banyak bagian, salah satunya pemutar halus. Fungsi pemutar halus pada mikroskop sangat penting.

Pemutar halus disebut juga dengan sebutan mikrometer. Cara menggunakannya adalah dengan cara diputar. Perputaran tersebut akan memengaruhi bagaimana objek pengamatan tampak pada lensa.

Fungsi Pemutar Halus pada Mikroskop yang Perlu Diketahui

Fungsi Pemutar Halus pada Mikroskop. Sumber: unsplash/Logan Moreno Gutierrez

Peneliti pemula yang baru saja terjun untuk pengamatan di laboratorium pasti akan menggunakan mikroskop sebagai alat pengamatan utama yang mudah dioperasikan. Hal yang perlu diketahui sebelum menggunakan alat tersebut adalah mengetahui bagian-bagiannya terlebih dahulu.

Mengutip dari buku Mikroskop oleh Suparti (2020:7&8), mikroskop memiliki bagian mekanis yang bermanfaat untuk memudahkan penggunaan mikroskop.

Bagian-bagian tersebut di antaranya adalah landasan mikroskop dan pegangan mikroskop. Selain itu, ada pemutar kasar (makrometer) dan pemutar halus (mikrometer).

Adapun fungsi pemutar halus pada mikroskop adalah sebagai pengatur fokus. Saat pemutar halus diputar, tabung mikroskop akan bergerak naik atau turun dengan kecepatan sangat lambat.

Pemutar halus akan bekerja sama dengan pemutar kasar yang memiliki kecepatan memindahkan objek pengamatan dengan lebih cepat. Saat titik pengamatan yang diinginkan telah ditemukan maka pemutar halus bisa diputar agar objek semakin tampak jernih dan fokus.

Adanya pemutar halus tersebut membuat peneliti bisa melihat objek yang semula buram pada lensa yang akan berangsur-angsur menjadi jelas setelah ditemukan fokus yang pas dengan cara memutar pemutar halus ini. Objek yang bergerak seperti bakteri pun bisa terlihat jelas ketika pengaturan fokus sudah tepat.

Bagian objek pengamatan akan bisa dilihat lebih dekat jika perbesarannya diubah ke ukuran terbesar. Pada dasarnya pemutar halus adalah bagian pendukung yang mampu membuat objek pengamatan bisa terlihat jelas pada lensa dengan bantuan dari bagian-bagian mikroskop lainnya.

Pemutar halus tidak bisa berdiri sendiri karena memerlukan fungsi dari bagian mikroskop lain agar dapat digunakan untuk mengamati.

Fungsi pemutar halus pada mikroskop tersebut sangat krusial dalam proses pengamatan. Saat bagian ini rusak, maka pengamatan objek tidak akan bisa maksimal akibat bayangan benda yang ditangkap oleh lensa tidak fokus. (IMA)

Baca juga: Jenis-Jenis Mikroskop yang Dibutuhkan Laboratorium dan Kegunaannya