Konten dari Pengguna

Fungsi Power Supply dan Cara Kerjanya pada Perangkat Elektronik

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fungsi power supply. Sumber: KellySikkema/unsplash.com.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fungsi power supply. Sumber: KellySikkema/unsplash.com.

Fungsi power supply sangat penting bagi perangkat elektronik. Tanpa power supply, perangkat elektronik tidak bisa hidup.

Dalam kehidupan sehari-hari, pengguna perangkat elektronik hanya tahu ada tombol power yang harus dipencet ketika akan menggunakannya. Menambah pengetahuan tentang power supply lebih lanjut, akan sangat menarik.

Fungsi Power Supply

Ilustrasi fungsi power supply. Sumber: ClaudioSchwarz/unaplash.com.

Dikutip dari Buku Ajar Pengantar Teknologi Instrumentasi Teknik Pertanian, Mareli Telaumbanua (2021:102), fungsi power supply adalah sebagai catu daya untuk untuk menghidupkan perangkat elektronika sesuai dengan kapasitas listrik yang dibutuhkan.

Catu daya tersebut menyediakan dan mengolah energi listrik sebelum ke perangkat elektronik. Power supply atau catu daya dibutuhkan jika ingin menggunakan perangkat elektronik yang membutuhkan tegangan khusus. Contohnya DC.

Berdasarkan fungsinya, power supply dibagi menjadi 3, yaitu:

  1. Regulated power supply, yaitu catu daya yang bisa mengontrol kestabilan tegangan dan arus listrik meski ada variasi dan perubahan beban.

  2. Unregulated power supply, yaitu catu daya yang tegangan dan arus listriknya dapat berubah apabila sumber listrik berubah.

  3. Adjustable power supply, yaitu catu daya yang memungkinkan pengguna mengatur tegangan arus sesuai dengan kebutuhan perangkat.

Cara Kerja Power Supply

Ilustrasi fungsi power supply. Sumber: KellySikkema/unsplash.com.

Cara kerja power supply begitu perangkat elektronik dihubungkan dengan listrik tergantung dari jenis power supply yang digunakan. Berikut adalah beberapa diantaranya.

  1. DC power supply. Begitu mendapat energi listrik, catu daya ini akan mengalirkan tegangan atau arus listrik dalam bentuk direct current atau arus listrik searah. Contohnya pada televisi, komputer, radio.

  2. AC power supply. Catu daya ini mengalirkan tegangan atau arus listrik dalam bentuk alternating current atau arus listrik bolak-balik. Contohnya listrik yang berasal dari PLN atau generator.

  3. Switch mode power supply. Catu daya ini akan mengubah arus listrik AC atau bolak-balik menjadi searah atau DC untuk mendapatkan arus lisrik searah.

  4. Programmable power supply. Berbeda dengan yang lain, aktivitas catu daya ini bisa dikendalikan melalui remote control.

  5. Uninterruptible power supply. Catu daya ini memiliki 2 sumber arus listrik, yiatu AC dan baterai. Jika listrik mati, baterai bisa digunakan. Dengan begitu, perangkat elektronika tetap bekerja tanpa gangguan.

Baca juga: Fungsi Mouse Komputer dan Jenis-jenisnya

Demikianlah fungsi power supply dan cara kerjanya. Pengetahuan ini penting untuk memilih power supply yang tepat sesuai dengan arus listrik yang dibutuhkan agar perangkat elektronik tidak rusak. (LUS)