Fungsi Revolver pada Mikroskop dan Cara Menggunakannya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fungsi revolver pada mikroskop sangat penting meski kadang tidak disebutkan dalam perincian bagian-bagian dari mikroskop. Revolver hanya merupakan bagian kecil dari mikroskop tapi berperan dalam penentuan lensa yang akan digunakan.
Bagian-bagian dari mikroskop cukup banyak dan spesifik. Karena itu jika ada satu bagian yang hilang, maka penggunanya akan mengalami kesulitan mengoperasikan mikroskop tersebut.
Fungsi Revolver pada Mikroskop
Revolver pada mikroskop berbentuk bundar dan bertindak sebagai tuas penyangga lensa objektif. Revolver sering tidak disebutkan sebagai bagian mikroskop karena perhatian tertuju pada keberadaan lensa sebagai bagian utamanya.
Pada gambar di atas, lensa objektif adalah bagian yang menonjol seperti lensa kamera namun lebih ramping. Biasanya ada lebih dari satu lensa. Revolver berada tepat di atas lensa-lensa tersebut.
Dikutip dari Biologi Peternakan, Ita Wahju Nursita dan Kawan-kawan (2020:24), fungsi revolver pada mikroskop adalah untuk menyangga lensa objektif. Revolver mempermudah pengaturan nilai pengamatan yang akan dilakukan oleh lensa objektif tersebut.
Cara Menggunakan Revolver pada Mikroskop
Pada mikroskop ada dua macam lensa, yaitu lensa okuler yang dekat dengan mata dan lensa objektif yang dekat dengan objek yang diamati. Lensa objektif juga dekat dengan revolver.
Berikut adalah cara menggunakan revolver pada mikroskop:
Lensa objektif dipasang pada revolver. Biasanya ada dua hingga empat lensa sekaligus yang ditempatkan pada revolver. Lensa objektif ini bisa dipasang dan dilepas dari revolver.
Atur revolver untuk memilih perbesaran yang diinginkan dengan cara memutar-mutar revolver tersebut. Umumnya lensa pada mikroskop digunakan untuk melakukan perbesaran sebanyak 4x, 10x, 40 kali hingga 100x.
Perlu diketahui bahwa perbesaran yang terlihat oleh pengamat merupakan hasil kali lensa okuler dan objektif. Contoh: jika perbesaran lensa okuler 10x dan lensa objektif 4x, maka spesimen dalam preparat telah diperbesar sebanyak 40x.
Dalam melakukan pengaturan revolver tersebut pengguna harus memastikan ada jarak yang memadai antara meja preparat sebagai tempat sample dengan lensa objektif. Gesekan akan merusak lensa, preparat dan spesimen yang akan diteliti.
Baca juga: Ketahui Cara Menggunakan Mikroskop Cahaya
Meski fungsi revolver pada mikroskop kadang tidak disebutkan dalam literatur, namun bisa dibayangkan betapa repotnya peneliti jika harus melakukan bongkar pasang untuk menemukan lensa yang sesuai. Karena itu, revolver harus sering dibersihkan agar tidak macet. (lus)
