Konten dari Pengguna

Fungsi Tanda Petik Tunggal dan Tanda Petik Dua dalam Bahasa Indonesia

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk fungsi tanda petik tunggal. Sumber: pexels.com/Ylanitte Koppens
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk fungsi tanda petik tunggal. Sumber: pexels.com/Ylanitte Koppens

Ada dua jenis tanda petik dalam Bahasa Indonesia, yakni tanda petik tunggal dan tanda petik dua. Fungsi tanda petik tunggal dan tanda petik dua penting diketahui agar dapat menghasilkan tulisan yang sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia.

Salah satu fungsi tanda petik tunggal adalah untuk mengapit petikan yang ada dalam petikan lain. Sedangkan fungsi tanda petik dua salah satunya adalah untuk mengapit petikan langsung dari pembicaraan atau bahan tertulis.

Fungsi Tanda Petik Tunggal dan Tanda Petik Dua

Ilustrasi untuk fungsi tanda petik tunggal. Sumber: pexels.com/Pixabay

Tanda petik tunggal dan tanda petik dua memiliki fungsi yang berbeda. Fungsi masing-masing tanda baca harus diketahui agar dapat menggunakannya dengan tepat.

Berikut ini fungsi tanda petik tunggal dan tanda petik dua menurut buku Sari Kata Bahasa Indonesia dan EYD, Cherly Suatman Triwasih (2014: 34).

1. Tanda Petik Tunggal

Ada tiga fungsi tanda pertik tunggal, yaitu sebagai berikut.

  1. Tanda petik tunggal digunakan sebagai pengapit petikan dalam petikan lainnya.

    Contoh: "Tadi aku dengan suara 'kring-kring' dari dalam rumah."

  2. Tanda petik tunggal digunakan sebagai pengapit makna atau ungkapan.

    Contoh: Budi meraih peringkat tertinggi 'paling tinggi' dalam olimpiade matematika tahun lalu.

  3. Tanda petik tunggal digunakan untuk mengapit makna kata atau ungkapan dalam bahasa daerah atau bahasa asing.

    Contoh: Profesor Arifin memberikan penjelasan mengenai parliementary threshold 'ambang batas parlemen' kepada para mahasiswa.

2. Tanda Petik Dua

  1. Tanda petik dua digunakan sebagai pengapit petikan langsung yang bermula dari pembicaraan, naskah, atau sumber tertulis lainnya.

    Contoh: "Ada yang bisa saya bantu?" tanyaku.

  2. Tanda petik digunakan untuk mengapit judul puisi, karangan, atau bab buku yang digunakan dalam kalimat.

    Contoh: Mereka sedang mendiskusikan isi novel "Pada Sebuah Kapal" karya Nh. Dini.

  3. Tanda petik digunakan untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang memiliki arti khusus.

    Contoh: Kasus itu pada akhirnya akan dibawa ke "meja hijau".

Catatan:

  • Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung.

  • Tanda baca penutup kalimat atau bagian kalimat yang ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada ujung kalimat atau bagian kalimat.

  • Tanda petik pembuka dan tanda petik penutup pada pasangan tanda petik ditulis sama tinggi di sebelah atau baris.

  • Tanda petik (") dapat digunakan untuk pengganti idem atau sda (sama dengan di atas) atau kelompok kata di atasnya dalam penyajian berformat daftar.

Itulah penjelasan mengenai fungsi tanda petik tunggal dan tanda petik dua dalam Bahasa Indonesia beserta contohnya. Semoga dapat menambah wawasan mengenai tanda baca dalam Bahasa Indonesia. (IND)

Baca juga: 7 Contoh Penggunaan Tanda Koma dalam Kalimat