Gagasan Soekarno tentang Pancasila dalam Pidato 1 Juni 1945

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Awal mula lahirnya Pancasila adalah dari gagasan Soekarno tentang Pancasila dalam Pidato 1 Juni 1945.
Pidato Soekarno pada tanggal itu merupakan cikal bakal lahirnya Pancasila. Adapun pidato ini disampaikan pada pelaksanaan sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tanggal 1 Juni 1945.
Gagasan Soekarno Tentang Pancasila dalam Pidato 1 Juni 1945
BPUPKI dibentuk oleh Jepang saat sudah terdesak oleh sekutu dan dibentuk pada 29 April 1945.
Dikutip dari buku Bahas Tuntas 1001 Soal IPS SD Kelas 4, 5, dan 6, Forum Tentor (hal.18), tugas utama BPUPKI ialah menyiapkan organisasi pemerintahan yang akan menerima kemerdekaan dari pemerintahan Jepang . Pada tanggal 28 Mei 1945 diadakan upacara pembukaan BPUPKI di Jalan Pejambon Jakarta atau tepatnya di Gedung Cuo Sangi In.
Setelah upacara pembukaan, BPUPKI mengadakan tiga kali persidangan yakni:
29 Mei-1 Juni 1945: membahas dasar negara
10-17 Juli 1945: membahas tentang rancangan Undang-Undang Dasar
Sidang resmi yang dilakukan di masa istirahat antara sidang pertama dan kedua. Dalam sidang ini membahas tentang rancangan pembukaan UUD 1945.
Di dalam sidang yang diadakan BPUPKI, sejumlah tokoh hadir dan menyampaikan pidato terkait dengan rumusan asas dasar negara Indonesia merdeka. Ada tiga tokoh yang menyampaikan gagasan yakni Muhammad Yamin, Soepomo dan Soekarno.
Sidang yang dilaksanakan tanggal 29 Mei 1945, Muhammad Yamin secara lisan mengusulkan beberapa rumusan dasar negara yaitu:
Peri Kebangsaan
Peri Kemanusiaan
Peri Ketuhanan
Peri Kerakyatan
Kesejahteraan Sosial
Selain secara lisan, Muhammad Yamin juga menyampaikan usalan yang sedikit berbeda yaitu:
Ketuhanan Yang Maha Esa
Kebangsaan persatuan Indonesia
Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Di hari berikutnya yakni tanggal 30 Mei 1945, giliran Soepomo mengajukan rumusan dasar negara, yakni:
Persatuan
Kekeluargaan
Keseimbangan lahir dan batin
Musyawarah
Keadilan rakyat
Lalu di hari terakhir untuk sidang pertama yakni membahas dasar negara, Soekarno menyampaikan gagasannya. Adapun gagasan Soekarno tentang Pancasila dalam pidato 1 Juni 1945 sebagai berikut.
1. Kebangsaan Indonesia
Dalam prinsip ini mengedepankan persatuan bangsa karena negara akan berdiri kokoh ketika seluruh rakyatnya bersatu. Soekarno juga mengingatkan bahwa dalam prinsip kebangsaan jangan membuat Indonesia tidak mau ‘bergaul’ dengan negara lain.
2. Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan
Masih menyambung dari prinsip pertama, Soekarno juga menyampaikan bahwa ada banya negara di luar sana dan Indonesia mesti menjunjung persatuan dan persaudaraan dunia.
3. Mufakat atau Demokrasi
Di prinsip ini mufakat yang merujuk pada demokrasi. Ini sangat penting karena Indonesia memiliki masyarakat majemuk.
4. Kesejahteraan Sosial
Soekarno menyebut prinsip keempat yakni kesejahteraan. Dengan prinsip ini diharapkan tidak ada kemiskinan saat Indonesia merdeka.
5. Ketuhanan yang Berkebudayaan
Lalu di prinsip terakhir yang diusulkan adalah Ketuhanan karena masyarakat Indonesia adalah orang beragama. Soekarno mengharapkan Indonesia bisa menjadi negara yang bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam pidatonya lagi, Soekarno menyebut lima gagasan tersebut dengan nama Panca Dharma. Dharma berarti kewajiban, sedangkan lima prinsip tersebut adalah dasar dari suatu negara.
Kemudian, atas usul dari seorang teman dan juga seorang ahli tata bahasa, Soekarno menyebut lima dasar negara yang diusulkan tadi sebagai Pancasila. Di mana Panca berarti lima, sedangkan sila merupakan dasar atau asas.
Demikian penjelasan tentang gagasan Soekarno tentang Pancasila dalam pidato 1 Juni 1945. Dari gagasan tersebut maka lahirlah Pancasila. Semoga bermanfaat. (RAN)
